Awal Ramadan, Dinas Koperindag Operasi Pasar dan Razia

Kota Bima, Kahaba.- Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kota Kota Bima menggelar operasi pasar dan razia produk kadaluarsa disejumlah tempat. Tujuannya, menekan kenaikan harga saat bulan ramadan, serta barang kadaluarsa yang masih dijual.

Plt. Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Nurjanah. Foto: Eric

“Kami beserta jajaran operasi pasar dan razia agar pengamanan harga barang tidak melonjak tinggi, sekaligus melihat secara langsung kondisi makanan dan minuman kemasan yang dijual pedagang,” ujar Plt. Kepala Dinas Koperindag Kota Bima Nurjanah, Rabu (31/5).

Mantan Camat Rasanae Barat itu menjelaskan, tujuan operasi dan razia tersebut untuk melihat stok makanan dan minuman persiapan Ramadan, kemudian dari segi harga dalam kondisi terkini serta produk yang dijual barang yang layak dan higenis untuk dikonsumsi masyarakat. Pemerintah juga harus memastikan, produk yang dijual tidak mahal serta tidak kadaluasa.

Karena saat bulan Ramadan, harga barang biasanya di pasar melonjak. Kemudian toko dan swalayan terdapat banyak snack, kue, makanan dan minuman kalen juga perlu diawasi kadaluarsanya.

Selama turun operasi pasar dan razia sambungnya, pihaknya menemukan harga barang melonjak tinggi. Seperti bawang putih yang di ambil di distributor Rp 40 ribu, justeru dijual mencapai Rp 60 ribu perkilo. Kemudian razia toko dan swalayan, ditemukan beberapa produk yang telah kadaluarsa yang tidak aman di konsumsi konsumen.

“Kami sudah lakukan  peneguran langsung, baik pedagang, diminta  untuk tidak menaikkan harga sembarangan. Kemudian pemilik toko dan swalayan, untuk intens mengecek produk yang dijual,” bebernya.

Ditambahkan Nurjanah, pemerintah Kota Bima melalui Dinas Koperindag menghimbau masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas. Agar saat membeli barang, terlebih dahulu melihat kualitas barang serta status kadaluarsanya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *