SMKN 1 Kobi ‘Digoncang’ Kesurupan Massal

Kota Bima, Kahaba.- Senin (24/9) pagi, puluhan siswi Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) Negeri 1 Kota Bima digoncang kesurupan massal. Para siswi terus berdatangan dan ditandu ke ruang aula setempat setelah terjatuh saat upacara bendera. Setelah upacara para siswi terus mengalami penambahan. Siswi kesurupan pun diperkirakan lebih dari 50 orang.

Kesurupan massal di SMKN 1 Kota Bima

Dari pantauan Kahaba di lokasi kejadian, puluhan siswi itu hingga pukul 09.00 Wita masih mengalami kesurupan massal. Para penderita rata-rata siswa perempuan sekolah itu. Kejadian itu bermula saat upacara bendera dan di awali dengan tumbangnya seorang siswi kelas X.

Guru sekolah setempat, Adi Hidayat, S.Par, M.Si menceritakan, kejadian bermula saat upacara bendera. Saat amanat pembina upacara, tiba-tiba salah seorang siswi kelas X, Nining (16), jatuh pingsan. Fenomena pingsannya siswa memang hal yang biasa yang terjadi. Tiap upacara bendera tetap ada 1 atau 2 siswa yang pingsan. Namun kejadian Senin (24/9) pagi ini, begitu menghebohkan.

Kata Adi, tumbangnya Nining yang dibarengi dengan teriakan itu membuat satu per satu siswi ikut terjatuh. Diawali oleh Indra siswi kelas X, lalu Eni Mulyani siswi kelas XI dan diikuti dengan kesurupan siswi-siswi yang lainnya. Upacara bendera pagi itu pun terganggu karena saat itu sekitar 30 siswa mengalami kehilangan kesadaran dan terpaksa harus digotong ramai-ramai untuk diistirahatkan di ruangan Aula.

Salah seorang siswi dilarikan ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis

“Setelah upacara kesurupan siswa tetap berlanjut. Satu per satu berdatangan ke aula dengan keadaan tubuh lemas lunglai dibarengi teriakan-teriakan seolah kemasukan makhluk gaib. Bahkan, salah seorang siswa, Firdan kelas XII yang mengalami kesurupan parah dan harus dilarikan ke Puskesmas Paruga karena menderita sesak napas,” cerita Adi, guru Ilmu Pariwisata sekolah setempat.

Walau masih ada siswa yang kesurupan, hal itu akhirnya dapat terobati. Aneh tapi nyata, Nining yang mengawali kehebohan massal itu ternyata disurupi seorang ‘Raja’ dari istana gaib. Penyembuhan pun dilakukan olehnya. Nining diantar oleh para guru untuk mengobati teman-temannya. Kepada mahluk yang bersarang di tubuh rekan-rekannya, Nining meminta mereka untuk pergi dan kembali ke dunianya. Sikap Nining seolah menjadi jawaban atas kegentingan di sekolah yang dikenal dulunya dengan sebutan SMEA itu. “Sikap Nining  terbukti mujarab, setelah disuruh pergi dari tubuh temannya, keadaan para siswi seketika lemas dan beberapa saat kemudian langsung normal kembali,” jelas salah seorang siswa yang di wawancara Kahaba.

Dari pantauan Kahaba, proses belajar mengajar belum berjalan efektif. Terlihat para guru sibuk mengobati dan menenangkan para siswa. Ruang kelas masih terlihat kosong karena para siswa bermain di halaman sekolah, ada yang menonton kesurupan massal itu bahkan terlihat pula ada yang pulang lebih awal. [BM]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *