Pulang Kampung, La Tofi Bidik Calon Kepala Daerah

Kota Bima, Kahaba.- Puluhan tahun merantau, pria kelahiran Lingkungan Saleko Kelurahan Sarae, Taufik pulang kampung dan ingin maju mencalonkan pada Pilkada Kota Bima tahun 2018. Pria yang biasa La Tofi itu menegaskan, niat maju sebagai calon kepala daerah, untuk membawa perubahan yang lebih baik.

La Tofi (Tengah) bersama tim. Foto: Eric

“Saya ingin mengabdi untuk tanah Bima. Mempersiapkan sederet program yang langsung menyentuh masyarakat. Baik di bidang pemberdayaan ekonomi,  infrastruktur dan pariwisata,” ujar Tofi saat menggelar konferensi pers, Rabu (31/5).

Bila diberi kepercayaan masyarakat, ia tidak ingin janji yang muluk-muluk. Karena yang terpenting ialah mengerti setiap permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat, kemudian mencari solusi untuk memecahkannya.

“Program utama saya, yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat langsung. Terutama dalam aspek perekonomian, dan pariwisata,” katanya.

Keinginannya maju menjadi bakal calon Walikota sudah bulat. Dirinya memilih melalui jalur independen untuk bertarung. Karena melalui jalur dukungan KTP tersebut, dirinya bisa langsung berinteraksi langsung dengan masyarakat, menanyakan apa yang menjadi kebutuhan.

“Saya pilih melalui jalur independen, agar bisa mengetahui langsung keinginan masyarakat,” tandasnya.

Ketika ditanyakan kenapa tidak memilih jalur partai politik, dirinya mengakui itu membutuhkan waktu yang cukup lama. serta membutuhkan proses yang cukup panjang, padahal proses tahapan pilkada akan dimulai.

“Tahapan Pilkada segera dimulai, bila memilih jalur parpol maka akan memakan waktu yang lama,” tegasnya.

Sementara itu ketua tim sukses Aman Jaharuddin mengungkapkan. Setelah memastikan ikut pilkada, tim sukses mulai bekerja dengan mengumpulkan KTP dukungan di masyarakat.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *