Nurman: Kita Pancasila, Mari Jaga Bhineka Tunggal Ika dan NKRI

Kota Bima, Kahaba.- Kapolres Bima Kota AKBP Ahmad Nurman Ismail Sik kepada segenap internal Polres Bima Kota dan masyarakat di wilayah hukum Polres Bima Kota, bisa memaknai hari kelahiran Pancasila, yang jatuh pada hari Kamis 1 Juni 2017.

Kapolres Bima Kota, AKBP Ahmad Nurman Ismail SIK. Foto: Bin

Kepada Kahaba.net, Nurman mengungkapkan, memaknai hari Kelahiran Pancasila dalam kutipan 5 asas dalam Pancasila dijabarkan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila.

Dia mengajak masyarakat di Kabupaten dan Kota wilayah hukum Polres Bima Kota agar kiranya dapat hormat menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

Saling hormat-menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

“Kita Pancasila, mari kita jaga Kebhineka Tunggal Ika dan NKRI,” ajaknya, Kamis (1/6)

Selanjutnya, kata Nurman sebagai warga negara mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. Tidak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.Merasa diri sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu kembangkan sikap hormat-menghormati.

“Jika hal itu diterapkan dengan baik dan seksama, maka perpecahan antar kelompok warga dapat dihindarkan. Ini semua demi  keamanan daerah dan kesatuan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Nurman juga mengimbau kepada masyarakat, menempatkan kesatuan, persatuan, kepentingan, dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Tidak semenan mena dalam mengambil keputusan di setiap momentum kemasyarakatan. Hindari potensi potensi yang menggangu keamanan dan kenayaman lingkungan. Bicaralah dengan penuh kedekatan emosinal antar perorangan dan antar kelompok masyarakat. Bukan mengedepankan emosional semata dalam memecahkan setiap masalah

“Kami sudah menempatkan puluhan Babinkantibmas di setiap Desa dan Keluarahan sebagai mitra perangkat desa, kelurahan dan masyarakat dalam setiap penyelesaian masalah,” pungkasnya.

Pria asli Jawa ini berpesan, dalam kehidupan bermasyarakat, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi semangat kekeluargaan. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.

“Indah rasanya, jika Pancasila sebagai pedoman dan landasan dalam bermasyarakat dan bernegara,” ucap Nurman.

Untuk keamanan dan keamanan lingkungan sambung Nurman, sikap gotong-royong dan kekeluargaan perlu diterapkan dalam menjaga Kantibmas di Lingkungan masing masing. Bangun Pos Ronda seperti terbiasa dijalankan oleh generasi sebelumnya. Agar kian tumbuh rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam menjaga lingkungam dari ancaman kriminal.

Ancaman tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengam kekerasan (curas) tidak dapat dibebankan hanya tanggungjawab Kepolisian semata. Keterlibatan seluruh komponen yang dapat membantu dan merelakan dengan rasa tulus ikhlas waktunya tersita dalam setiap kesepakatan di lingkungan untuk menjaga ronda malam, agar rasa aman dari tindak kriminal dapat diminimalisir

“Minimal dalm diri warga agar, tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum,” Imbaunya

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *