Hati-Hati, Ayam Goreng Busuk Dijual di Pasar Ramadan

Kota Bima, Kahaba.- Para pembeli yang berburu menu berbuka puasa di pasar ramadan depan Museum ASI Mbojo mesti teliti dan cermat memilih sebelum membeli aneka takjil. Pasalnya, seorang pembeli harus pulang dengan kecewa lantaran membeli ayam goreng busuk di salah satu oknum penjual.

Ayam Goreng Busuk yang dijual di Pasar Ramadan. Foto: Dok. Dewi

Kejadian ini dialami seorang konsumen bernama Dewi asal Kecamatan Mpunda saat berbelanja menu berbuka puasa, Minggu (4/6) sore. Ibu dua anak ini merasa tertipu dengan tampilan ayam goreng yang sudah dicampur bumbu dan ditawarkan oknum penjual.

Dewi merasa, dari deretan menu serba ayam yang dijual penjual tersebut, ayam goreng bumbu itu yang paling memikat. Sehingga Ia pun jatuh hati dan membeli satu potong paha seharga Rp20 ribu.

Sepulang berbelanja, Ia kemudian menghidangkan aneka menu itu untuk disantap berbuka puasa bersama suami. Namun, suaminya merasakan lain saat ayam goreng bumbu itu dicoba karena ternyata sudah busuk. Hanya bumbunya saja yang dibuat ulang untuk menutupi rasa busuk ayam tersebut.

“Saya sangat kecewa sekali karena ayam yang dibeli tidak jadi dimakan suami. Kok bisanya ya ada penjual berbuat begini di bulan ramadan,” ujar Dewi heran kepada Kahaba.net.

Tak hanya busuk, Dewi juga merasa tertipu karena penjual mengatakan ayam kampung, padahal jelas sekali dari dagingnya terasa saat dicoba merupakan ayam potong.

Meski Ia tahu dimana lokasi membeli ayam tersebut, Dewi tak ingin kembali dan ribut. Hanya saja, dia berharap pengalamannya menjadi pelajaran bagi konsumen lain agar teliti sebelum membeli.

Selain itu, kepada oknum penjual diharapkannya sadar dan tidak berlaku curang dalam berdagang. Hanya karena ingin mendapatkan keuntungan, lantas menggunakan cara-cara tidak terpuji. Apalagi, di bulan ramadan mestinya mengejar pahala bukan dosa.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *