Zonasi Pendidikan itu Tergantung Daerah

Kota Bima, Kahaba.- Rencana pemerintah menerapkan sistem zonasi pada penerimaan siswa baru tingkat SMA dan sederajat mulai tahun 2017/2018, rupanya masih menjadi pertimbangan Pemerintah Provinsi NTB. Karena hingga saat ini, sejumlah saran dan masukan soal penerapan sistem terus diterima oleh pemerintah setempat.

Wakil Gubernur NTB HM. Amin. Foto: Bin

Wakil Gubernur NTB HM. Amin mengaku sampai saat ini dirinya masih menerima pertanyaan, masukan dan saran dari warga NTB, termasuk siswa. Namun dirinya menegaskan, sistem tersebut bisa dijalankan tergantung dari masing – masing daerah.

“Kalau saya ditanya sekarang setuju atau tidak setuju dengan sistemitu belum bisa saya jawab. Karena semua kembali ke daerah. Jika daerah tidak ingin dengan beragam pertimbangan, tidak bisa diterapkan,” ujarnya di Pandopo Bupati Bima, Senin (6/5).

Menurut Amin, adanya kebijakan itu tentu ada sejumlah pertimbangan. Seperti sisi efisiensi dan efektifitas. Kemudian pemerataan jumlah siswa dan jumlah tenaga pendidik. Agar tidak menumpuk pada satu atau dua sekolah.

Untuk sejumlah wilayah sambungnya, mungkin bisa menerima kebijakan tersebut. Karena disesuaikan dengan keadaan wilayah. Namun di beberapa daerah juga mungkin tidak cocok.

Namun dirinya memastikan, sistem zonasi apabila diterapkan juga akan diperhatikan pada sisi penganggaran, sarana dan infrastruktur yang lebih baik.

“Makanya, di tingkat provinsi juga persoalan ini masih terus dibahas,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *