Guru SMPN 11 Dianiaya Wali Murid

Kota Bima, Kahaba.- Tindak kekerasan terjadi terhadap guru SMPN 11 Kota Bima. Guru bernama Ifrin Sufran diduga di aniaya oleh oknum keluarga pelaku BS (17) siswa SMAN 5 Kota Bima. Tindak penganiayaan terhadap tenaga pendidik ini cukup menghebohkan sekolah, karena terjadi saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Kamis (8/6) sekitar pukul 09.00 Wita.

Guru Ifrin saat melapor ke Polsek Rasanae Barat. Foto: Ikbal Tanjung (Facebook)

“Benar kami menerima laporan tindak penganiayaan guru Ifrin, yang dilakukan oknum keluarga dari siswa berinisial BS, yang berasal dari SMAN 5 Kota Bima,” ujar Kapolsek Asakota IPTU Ahmad Lutfi Hidayat kepada kahaba.net.

Ahmad menjelaskan kronologisnya, kejadian berawal saat BS mendatangi SMPN 11 Kota Bima, untuk melihat kondisi adiknya yang menurut kabar terlibat perkelahian di sekolah setempat. Tapi kedatangan BS sendiri sempat diamankan sekolah, dan meminta untuk berbicara secara baik-baik.

Setelah diajak bicara yang baik, justeru BS tidak menerima ajakan dari guru setempat. Diantara yang menasehati tersebut, juga ada korban guru Ifrin. Tapi nasehat tersebut tidak diterima oleh BS, sehingga dia memberontak dan melempar kaca sekolah.

Selanjutnya, setelah melempar kaca sekolah, BS malah menghubungi orangtuanya dan menceritakan bahwa dia dikeroyok oleh guru sekolah setempat. Setelah mendapat laporan dari BS, orang tua dan keluarga korban mendatangi sekolah.

“Tanpa basa-basi, oknum keluarga langsung menganiaya guru setempat. Diantaranya Sufran sufrin,” bebernya.

Dari penganiayaan tersebut, Ifrin langsung melaporkan kejadian tersebut. Untuk sementara laporan telah diterima, dan BAP sementara telah di ambil.

“Selain korban, BS dan terduga pelaku telah diambil keterangannya sebagai saksi. Mengenai perkembangan kasusnya, akan kami informasikan lagi,” tandasnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *