Hasil Panen Kacang Koro Memuaskan

Kota Bima, Kahaba.- Kacang koro, komoditas pertanian yang kini sedang giat dikembangkan di beberapa lokasi pertanian di Kota Bima, kini telah memasuki masa panen. Ir. H. Ihsan, MM yang menjadi perintis sosialisasi Kacang Koro di Bima mengungkapkan bahwa hasil panen yang diperoleh dari beberapa lokasi di Bima tercapai sesuai dengan harapan.

Kacang koro / ilustrasi

Saat ditemui Kahaba dalam kegiatan panen Kacang Koro di Kelurahan Kodo, Senin (24/9), Ihsan menyampaikan, kacang koro yang dipanen saat ini adalah tanaman yang ditanam sejak April 2012 lalu. Tanaman tersebut salah satunya dikembangkan di atas lahan seluas 23 are, milik H. Mansyur.

“Disini, bibit kacang yang dibutuhkan hanya lima kilogram dengan hasil panen mencapai dua kuintal per-petaknya,” ujarnya. Ihsan menjelaskan, idealnya satu hektar kacang koro yang ditanam itu akan menghasilkan sekitar 12 ton. Tanaman seperti kedelai, belum tentu bisa sebanyak itu.

Untuk kecamatan Rasanae Timur, hasil panen pada lahan seluas 43 are sudah sesuai dengan harapan. Tentunya hal ini membuat petani merasakan kepuasan tersendiri atas hasil jerih payahnya menanam tanaman yang tergolong baru itu. Selain Kelurahan Kodo, dalam waktu dekat tanaman Kacang Koro juga sudah siap dipanen pada beberapa tempat lainnya.

Ihsan menjelaskan, kacang koro, sangat cocok di tanam di Bima. Karena musim kemarau lebih panjang dari musim hujan. Untuk kebutuhan air, tanaman ini hanya disiram dua kali selama masa tanam. “Percayalah, pemeliharaanya sangat sederhana, dan hanya dipupuk sekali saja. Tanaman kacang Koro ini tidak membutuhkan banyak air,” tambahnya.

Kelebihannya lainnya, tanaman ini tahan terhadap hama. Kacang koro  tidak dimakan oleh babi, kambing, sapi, ulat atau hama lainnya yang menjadi musuh petani. “Jadi, tanaman ini sangat aman sekali,” tambahnya.

Hasil panen nantinya akan dibagikan secara gratis kepada para petani yang mau menanam. Dan juga, sebagian dari hasil panen akan dikelola sendiri oleh masyarakat Kota Bima, untuk dijadikan kerupuk dan snack. Harapannya adalah nanti akan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna.

Mengenai prospek pasar skala industri, Iksan mengaku peluang kacang koro sangat terbuka. “Perusahaan seperti dua kelinci pun menunggu hasil tanam dari Bima, tapi belum mau saya berikan. Setelah terkumpul banyak, maka akan kita berikan dan juga nantinya akan kita ekspor,” katanya. [DH]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *