3 Mantan Ketua PMII Bicara Soal Aji Lutfi

Kota Bima, Kahaba.- 3 Mantan Ketua PMII Cabang Bima, yakni Adiman Husain, Rafiin M Rum dan Awalurahman angkat bicara terkait sorotan pihak tertentu terhadap Anggota DPR RI, H Muhammad Lutfi yang dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi Al-Qur’an.

Anggota DPR RI HM. Lutfi saat sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk wartawann, LPM dan Karang Taruna. Foto: Bin

Adiman Husain, meminta pihak-pihak tertentu tidak cepat menvonis dan mengarahkan tuduhan kepada wakil rakyat Dapil NTB asal Bima tersebut. Apalagi belum ada fakta dan dasar hukum sebagai pijakan untuk berkomentar.

“Silahkan saja berkomentar di media sosial dan online, tapi mari kita tetap menjaga etika dan tidak menyebar fitnah yang dapat merugikan orang citra orang lain,” ajaknya.

Setiap orang kata Adiman, memang dijamin kebebasan menyampaikan pendapat. Begitu pula menyampaikan kritikan terhadap pemerintah dan anggota legislatif. Hanya saja, kritik tetap harus dalam kerangka membangun tanpa ada tendensi tertentu.

Seperti karena ada pesanan, kepentingan politik atau ingin menjatuhkan nama baik orang lain. “Ini yang tidak boleh. Kritik sangat diperlukan sebagai bentuk masukan dan pengawasan, tapi harus disampaikan dengan cara santun tanpa ada niatan tertentu,” ujarnya melalui rilis yang diterima media ini, kemarin sore.

Hal senada disampaikan Rafi’in. Mantan Ketua PMII Bima setelah Adiman ini juga meminta kepada masyarakat di NTB, khususnya daerah Bima agar tidak langsung percaya terhadap informasi-informasi yang menyudutkan H Muhammad Lutfi.

“Banyak fitnah dan upaya-upaya ingin menjatuhkan Aji Lutfi belakangan ini oleh pihak-pihak tertentu. Kami tidak tahu motifnya apa, bisa jadi karena faktor politis menjelang Pilkada,” tuturnya.

Namun, Rafiin percaya masyarakat sudah cukup bijak dan dewasa dalam melihat persoalan. Apalagi semua informasi sangat terbuka saat ini dan bisa diakses secara luas terkait dengan proses hukum dugaan kasus korupsi Al Qu’ran karena menjadi pemberitaan nasional.

“Aji Lutfi juga sudah menyampaikan klarifikasi dan masyarakat Bima bisa melihat bagaimana kiprah beliau untuk daerah selama dua periode menjadi wakil rakyat,” ujar dia.

Rafiin mengajak semua pihak agar membersihkan hati di Bulan Ramadan ini dengan tetap berprasangka baik kepada orang lain. Adapun proses hukum yang berjalan, biarkan menjadi kewenangan pihak berwajib baik KPK maupun Kepolisian untuk bekerja.

“Kita mendukung pemberantasan korupsi dengan mendukung KPK dan lembaga hukum lainnya. Tidak dengan lebih dulu menyudutkan oranglain tentunya, apalagi mendahului proses hukum yang berjalan,” jelas Rafiin.

Sementara itu, Mantan Ketua PMII Bima lainnya, Awalurrahman meminta semua pihak untuk menahan diri dengan tidak berkomentar dan saling berbalas pantun di media sosial dan online. Ia kuatir, akan berdampak saling tuding yang berujung permusuhan.

“Mari kita menjaga lisan dan menahan diri. Jangan ibadah puasa kita terciderai akibat saling tuding dan berburuk sangka kepada oranglain,” ingatnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *