Mahasiswa STIE Bima di Yudisium, Firdaus: Kalian Harus jadi Orang yang Berguna  

Kota Bima, Kahaba.- STIE Bima menggelar pengukuhan gelar sarjana (Yudisium) untuk mahasiswa angkatan ke-XIV di aula kampus setempat, Sabtu (17/6). Pada kesempatan itu, Ketua STIE Bima Firdaus berharap, selepas dari kampus biru mahasiswa bisa menjadi insan yang berguna.

Acara Yudisium Mahasiswa STIE Bima. Foto: Bin

Firdaus saat menyampaikan sambutan mengatakan, mahasiswa yang di yudisium hari ini telah melawati momen berharga. Banyak suka dan duka yang dihadapi bersama. Semua itu adalah proses pendewasaan diri, pembentukan karakter, dari seorang mahasiswa.

Menurutnya, pembentukan karakter terstruktur dengan baik. Dengan sebuah rangkaian tri dharma perguruan tinggi, tri dharma pengajaran, tri dharma penelitian, yang mengharuskan mahasiswa untuk mengikutinya, meski dengan cara yang sederhana. Kemudian yang terakhir yakni tri dharma pengabdian kepada masyarakat.

“Karena disinilah kalian berjuang, tri dharma memberi banyak pengajaran dan dinamikanya. Hasilnya, kalian pun harus menjadi orang yang berguna bagi masyarakat,” inginnya.

Dari semua rangkaian dan dinamika ini sambung pria berkacamata itu, pihaknya yang ada di lembaga pun bertanggungjawab, untuk menyematkan sebuah gelar Sarjana Ekonomi. Gelar yang diraih dari proses pendewasaan diri selama 4 tahun.

“Jadi, ini bukan rangkaian terakhir dari perjalanan hidup mahasiswa yang yudisium hari ini. Perjalanan kalian masih panjang, kalian masih perlu meningkatkan kualitas diri, mengembangkan diri, Karena kita semua wajib menuntut ilmu sampai akhir hayat,” jelasnya memberi arahan.

Ketua STIE Bima Firdaus, Foto: Bin

Pihaknya yang di lembaga, selama 4 tahun hanya bisa memberikan sekitar 20-30 persen kemampuan yang bisa diterapkan di luar kampus. Selebihnya, adalah pengalaman mahasiswa pribadi. Jika ada proses yang panjang dan bertele – tele, itu adalah proses yang menuju kematangan, yang menunjukan mahasiswa punya kegigihan dan kesungguh-sungguhan.

Tantangan diluar sana lanjut Firdaus, tidak segampang praktek dan teori yang ada di bangku kuliah. Tantangan diluar, tidak memiliki rumus matematika yang jelas, tidak punya rumus statistik yang jelas, dan tidak memiliki rumus ekonomitrik dan kuantitatif yang jelas.

“Maka dari itu, kita harus merumus dari semua pengalaman, dari semua tri dharma pergurun tinggi,” paparnya.

Ia pun tidak henti – hentinya berharap kepada mahasiswa STIE Bima, terlebih yang hari ini di yudisium, untuk bisa menjadi orang yang berguna dan bermanfaat. Karena menjadi orang yang tahu dan memiliki kemampuan saja tidak cukup.

“Pada akhirnya, kami menyampaikan selamat kepada mahasiswa dan mahasiswi yang di yudisium. Semoga dengan gelar baru yang sebentar lagi akan diraih, membawa perubahan diri yang signifikan dan lebih baik,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *