Kasus Seleksi Kades, Gerbong Penyidik Bergerak ke Soromandi

Kota Bima, Kahaba.- Gerbong Tim Penyidik Tipiter Polres Bima Kota Sabtu (17/6) bergerak ke Desa Punti Kecamatan Soromandi. Tujuanya memeriksa di tempat sejumlah pihak yang mengikuti seleksi Kades dan Kaur Desa, dalam kasus dugaan beredar dan bocornya kunci jawaban seleksi Kades dan Kaur Desa Kabupaten Bima.

KBO Satreskrim Polres Bima Kota, IPDA Wongso. Foto: Dok. Wongso

KBO Satreskrim Polres Bima Kota, IPDA Wongso mengaku, pemeriksaan yang berlangsung di Desa Punti Kecamatan Soromandi, setelah mendapat petunjuk dari hasil gelar perkara di Polda NTB beberapa waktu lalu.

“Kasus ini resmi ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” ungkapnya di kantor, Sabtu (17/6).

Terkait kasus tersebut yang ditingkatkan ke tahap penyidikan Lanjut Wongso, penyidik telah memeriksa kembali pelapor berinisial R dan penyusun soal. Begitu juga dengan saksi-saksi lainnya berjumlah 8 orang

“Pelapor dan penyusun soal dan saksi telah diperiksa kembali di tahap penyidikan,” jelasnya.

Menyoal dengan gelar perkara kedua yang diagendakan Jumat (16/6) telah ditunda hingga Rabu pekan depan. Artinya kasus ini digelar dua kali, setelah pemeriksaan kembali dalam tahap penyidikan.

“Pekan depan akan diagendakan kembali gelar perkara. Meningat agenda Jumat (16/6) ditunda,” terang Wongso.

Ketika ditanya tahapan kasus yang ditingkatkan ke tahap penyidikan, Wongso belum dapat memberikan sinyalemen siapakah calon tersangka yang akan dibidik. Sebab, menurut dia pihaknya tidak dapat mendahului ungkapan sebelum pemeriksaan rampung.

“Pokoknya tunggu saja. Siapa tersangkanya akan diekspos setelah semuanya rampung,” isyaratnya.

Ia menambahkan, setelah pemeriksaan di Desa Punti, maka akan didalami pemeriksaan di desa lainnya yang berkaitan dengan dugaan kasus tersebut.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *