Cabai, Lele dan Unggas Akan Jadi Unggulan Desa Tolowata

Kabupaten Bima, Kahaba.- Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi menjadi lokasi target berikutnya Babuju Mandiri untuk pengembangan dan budidaya tiga jenis usaha. Yakni Cabai, Ikan Air Tawar (Lele, Gabus, Nila) dan Unggas (Bebek Peking).

Budidaya Cabai di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi. Foto: Ady

Pengembangan tiga usaha ini mulai dilakukan sejak bulan ini secara mandiri oleh Kelompok Tani Sanggili Tengge I dan Sanggili Tengge II sebagai mitra sekaligus binaan Babuju Mandiri di bawah naungan Komunitas Babuju.

Menurut Koordinator Komunitas Babuju, Julhaedin atau dikenal Ranggal Babuju, rencananya ke depan Desa Tolowata akan dijadikanpilot project desa unggulan dan percontohan untuk pengembangan usaha berbasis pemberdayaan masyarakat ini. Begitu pula beberapa titik di wilayah lainnya dengan jenis usaha berbeda akan terus didorong sebagai unit usaha percontohan.

“Kami menargetkan, Desa Tolowata ini akan menjadi Kampung Cabai, Kampung Unggas dan Kampung Ikan Air Tawar,” kata Rangga Babuju.

Untuk mengetahui proses budidaya ini, Kahaba.net pun diajak langsung melihat dari dekat tiga jenis usaha yang dikembangkan Kelompok Sanggili Tengge, Rabu (28/6) siang. Kunjungan diawali di Sori Tera Dusun Tengge II Desa Tolowata, didampingi Babuju Mandiri dan Anggota Kelompok Sanggili Tengge.

Lokasinya berada sekitar 1 kilometer dari perkampungan warga di areal perkebunan Ariflin, Anggota Kelompok Tani. Kami harus menyebrangi sungai terlebih dahulu untuk sampai kesana. Di Sori Tera ini dibudidayakan cabai jenis rawit putih dan rawit hijau menggunakan lahan 68 Are dari luas lahan 1 hektar.

“Saat ini, usia cabai sudah mencapai 1 bulan lebih dan mulai berbuah. Kami perkirakan panen pada menjelang Idul Adha nanti untuk mendukung kebutuhan pasar,” jelas Ariflin sambil mengajak kami untuk berkeliling di areal kebun cabai.

Budidaya Ikan Air Tawar di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi. Foto: Ady

Kata dia, 68 Are untuk uji coba awal dulu. Nantinya semua lahan 1 hektar akan dipakai, apabila penanaman awal menunjukan perkembangan yang bagus. Selain cabai, bumbu dapur lain berupa tomat juga telah siap ditanam. Pola penanaman menggunakan pola tradisional seperti umumnya.

Dari So Tera, kunjungan kami lanjutkan ke areal perkebunan milik Nurdin di Dusun Tengge II Desa Tolowata. Jarak lokasi budidaya juga tak jauh dari perkampungan. Disini dilakukan budidaya ikan air tawar, jenis Lele, Nila dan Gabus.

Nurdin bersama rekan-rekannya baru tahap menyiapkan kolam tampungan. Sudah ada tiga kolam yang berhasil dibuat dari 8 kolam yang direncanakan. Ukuran kolam ada yang 3×4 sentimeter dan ada yang 3×5 sentimeter dengan kedalaman 1,5 meter.

Selain kolam tampungan biasa, budidaya juga akan menggunakan bioflog yang telah berhasil diuji coba di Sekretariat Babuju di Kelurahan Santi Kota Bima dengan ikan lele. Penggunaan bioflog diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi ikan air tawar.

“Pembibitan akan mulai dilakukan awal Juli ini. Untuk efesiensi pakan, kita uji coba dulu menggunakan tiga kolam. Satu kolam disebar bibit 6 sampai 7 ribu ekor jenis Lele, Nila dan Gabus,” terang Nurdin.

Kunjungan terakhir kami di lokasi usaha budidaya Unggas jenis Bebek Peking di dalam perkampungan. Tak seperti bebek pada umumnya, Bebek Peking tidak terlalu makan tempat untuk pemeliharaan. Sehingga budidaya cukup menggunakan kolong rumah panggung sebagai kandang.

Untuk bibit Bebek Peking juga akan disuplai mulai awal Juli ini. Proses pemeliharaan akan didampingi Babuju Mandiri hingga urusan pemasaran nantinya tidak akan pusing dipikirkan oleh anggota kelompok.

“Intervensi kami dalam pendampingan tiga jenis usaha ini hanya dua yang utama, yakni produksi dan pemasaran hasil,” ujar Rangga Babuju.

Sebab menurut dia, kendala yang paling banyak dihadapi masyarakat dalam budidaya Cabai, Ikan Air Tawar dan Unggas adalah menyangkut masalah produksi dan pemasaran. Tak jarang karena gagal produksi atau tidak tahu bagaimana memasarkan, masyarakat harus berhenti dan tidak melanjutkan usaha.

Untuk itu lanjutnya, dari pengalaman Babuju Mandiri selama ini yang didukung sumber daya jejaring yang dimiliki akan memastikan pendampingan dua hal itu. Dengan harapan, bisa mendorong peningkatan kesehateraan masyarakat melalui pola manajemen produksi dan mendekatkan pangsa pasar.

“Bila tiga jenis usaha ini berhasil, kami yakin dampak positif akan tertular juga ke masyarakat lain di Desa Tolowata maupun Kecamatan Ambalawi,” ujarnya optimis.

*Kahaba-03 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *