Desa Nipa Umumkan Info APBDes, Desa Lain Kapan?

Kabupaten Bima, Kahaba.- Desa Nipa menjadi desa pertama dari 6 desa Kecamatan Ambalawi yang secara terbuka mengumumkan info grafik tentang APBDes Tahun 2017. Masyarakat dan siapapun kini bisa mengawasi sekaligus mengawal penggunaan anggaran desa setempat.

Info Grafik APBDes Nipa. Foto: Istimewa

“Ini merupakan bentuk transparansi anggaran desa yang memang telah diamanatkan oleh undang-undang desa. Semua desa berkewajiban memasangnya,” kata Pendamping Desa (PD) Ambalawi, Hasnun kepada Kahaba.net, Sabtu (1/7) sore.

Diakuinya, untuk sementara ini di Kecamatan Ambalawi baru Desa Nipa yang mengumumkan APBDes dan penggunaannya melalui papan informasi desa. Sedangkan 5 desa lainnya dipastikannya akan menyusul setelah pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).

Pemasangan di Desa Nipa kata dia, baru dilakukan di satu titik menggunakan spanduk ukuran 2×4 meter. Rencananya, pemasangan juga akan dilakukan di setiap dusun. Di dalam info grafik itu memuat, jumlah ABPDes, item penggunaan anggaran dan apa saja jenis kegiatannya.

“Tahun lalu, semua desa di Kecamatan Ambalawi mengumumkan secara terbuka info grafik APBDes. Kami pastikan tahun ini pun sama,” kata Hasnun.

Mengapa harus diumumkan secara terbuka? Menurut Hasnun, pembangunan desa tidak bisa hanya diwujudkan aparat desa saja, tetapi butuh partisipasi masyarakat untuk memberi masukan, mengawasi dan mengawalnya. Sehingga penggunaan anggaran desa betul-betul tepat sasaran dan mendukung kemajuan desa.

Langkah ini pula lanjut dia, agar masyarakat dapat mengetahui apa saja jenis kegiatan dan berapa anggaran yang akan digunakan setiap item kegiatan. “Karena itu, kami mendorong semua desa tak hanya Nipa agar memasang dan mengumumkan info grafik APBDes di dusun dan desa masing-masing,” ujarnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *