Diduga Darah Maling Berceceran di Kantor Lurah Penatoi

Kota Bima, Kahaba.- Pintu belakang kantor Lurah Penatoi dipenuhi darah manusia. Diduga, darah yang berceceran itu dari tubuh maling yang kabur dikejar warga. Darah juga terlihat lebih banyak di dalam rumah penjaga kantor setempat.

Darah berceceran di belakang kantor Lurah Penatoi. Foto: Bin

Menurut Ela, anak penjaga Kantor Lurah Penatoi, tadi dini hari sekitar pukul 02.00 Wita, Rabu (5/7), ia dan ibunya mendengar suara seorang laki-laki mengetuk pintu dan membawa salam. Karena takut dan tidak menggubris, suara pintu yang didobrak-dobrak semakin keras. Laki-laki itu pun merangsek masuk dan tidur di salah satu kamar kosong.

“Kami semua takut dan tidak ada yang berani membuka pintu. Karena laki-laki itu membawa salam dan meminta air minum. Saat itu juga, kami hubungi bapak agar segera menghubungi ketua RT dan Lurah Penatoi,” ujarnya.

Sesaat kemudian katanya, yang dihubungi datang bersama 4 orang polisi. Berusaha masuk pelan-pelan di dalam kamar, untuk mengetahui keberadaan laki-laki tersebut.

“Kami melihat polisi masuk dengan senjata, kemudian menodong senjata ke laki-laki yang sudah berlumuran darah itu. Saat itu juga laki-laki itu ditangkap dan dibawa polisi,” katanya.

Menurut Ela, laki-laki itu diduga maling yang dikejar warga. Kemudian berusaha menyalamatkan diri dengan mendobrak pintu belakang kantor Lurah Penatoi. Karena tidak berhasil, kemudian laki-laki itu merangsek masuk ke rumahnya.

“Darah banyak berceceran di belakang Kantor Lurah Penatoi dan rumah kami,” tuturnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *