Bangun Bima RAMAH, Butuh Kerja Keras dan Kerja Cerdas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Puncak Hari Jadi Bima ke-377 ditandai dengan pelaksanaan upacara di Kecamatan Woha, Rabu (5/7) pagi yang dipimpin Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri. Dirangkaikan acara syukuran di dalam kantor Pemerintah Kabupaten Bima persiapan tersebut.

Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri saat menjadi Inspektur upacara HUT Bima ke-377. Foto: Ady

Hadir dalam peringatan hari bersejarah bagi daerah Bima ini antara lain, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi asal Bima, Wakil Gubernur NTB, Pimpinan DPRD Provinsi NTB, Bupati dan Walikota Bima se-NTB, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan Ormas, KNPI, OKP, Mahasiswa hingga pelajar.

Bupati Bima dalam sambutannya memaparkan banyak hal tentang potret Bima dari masa berdirinya sampai perjalanannya saat ini. Salah satu poin penting yang disinggung yakni terkait dengan visi Bima Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal (RAMAH) yang diusung pada kepemimpinannya.

Menurut Bupati, membangun masyarakat Kabupaten Bima yang Religius, Aman, Makmur, Amanah dan Handal memang tidak seperti membalikkan telapak tangan. Kabupaten Bima yang ramah membutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerja nyata oleh seluruh elemen daerah yang dilandasi niat tulus dan ikhlas demi kepentingan yang lebih besar untuk kemajuan bersama.

Apalagi saat ini jelasnya, kita dihadapkan pada himpitan persoalan sosial dan keamanan yang telah menorehkan catatan kelam daerah kita sebagai zona merah. Konflik antar kampung, maraknya peredaran dan penggunaan narkoba adalah masalah-masaah serius yang harus segera kita carikan jalan keluarnya.

Peserta Upacara HUT Bimake-377. Foto: Ady

“Untuk itulah, saya mengajak semua komponen daerah untuk bahu membahu melakukan pencegahan dini terhadap benih-benih konflik sosial yang terjadi,” ajak Bupati Bima.

Tanpa terasa kata Umi Dinda (sapaan akrabnya), kepemimpinannya telah melewati satu setengah tahun. Patut disyukuri, dalam kurun waktu yang masih muda ini Kabupaten Bima telah meraih beberapa prestasi yang membanggakan. Salah satunya adalah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas pelaksanaan akuntabilitas tata kelola keuangan.

“Prestasi ini dapat kita raih berkat kerjasama dan kerja keras dalam tata kelola keuangan yang dilakukan oleh jajaran eksekutif dan legislatif,” ujarnya.

Torehan prestasi ini diharapkannya, dapat menjadi cambuk semangat bagi seluruh jajaran pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk dapat meraih karya dan prestasi di bidang-bidang lainnya. Kita harus terus melakukan langkah terobosan dalam upaya peningkatan pelayanan masyarakat dan menghadapi tantangan dan dinamika persaingan regional dan global.

Untuk itu, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu membahu dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan socialkemasyarakatan. Yakni dengan bergandengan tangan mengayun langkah membangun Kabupaten Bima tercinta.

Sebagaimana pesan kebersamaan yang sering diungkapkan oleh para pendahulu kita “Kese Tahopu Dua, Dua Tahopu Tolu”. Artinya sendiri lebih baik berdua, dan berdua lebih baik bertiga, yang menyiratkan makna bahwa semangat kebersamaan perlu terus dipupuk dan dilestarikan dalam membangun daerah, bangsa dan Negara.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *