Agus Ngaku tidak Melawan, Tapi Sengaja Ditembak Polisi

Kota Bima, Kahaba.- Dua pemuda asal Desa Sangiang Kecamatan Sape masing-masing Agus dan rekannya SF yang ditembak karena diduga melawan polisi saat hendak ditangkap di Desa Teke Kecamatan Palibelo, dibantah oleh Agus. (Baca. Lawan Polisi, 2 Pemuda ini Ditembak)

Agus saat dirawat di RSUD Bima. Foto: Deno

Agus bercerita, saat Polisi mendatangi mereka. Ia bersama teman-temannya yang lain sedang duduk di serambi depan rumah sambil makan mangga. Saat itu juga mereka langsung menyerah dan diangkut dalam mobil dalam keadaan mata ditutup dan tangan di ikat.

Di tengah jalan, polisi memberhentikan mobil dan menyuruh mereka untuk turun dari mobil dengan alasan polisi mau mengambil foto kedua pemuda tersebut.

“Saat kami turun dan dalam keadaan berdiri, polisi langsung menembak kaki kami,” ceritanya saat ditemui di RSUD Bima, Jumat (7/7).

Diakui Agus, kedua kakinya terkena peluru tajam dan masih bersarang dalam betis. Karena peluru tersebut bersarang dibagian tulang, maka harus dilakukan operasi. Sedangkan SF hanya ditembak pada satu kaki dan sekarang berada di tahanan Polres Bima Kota.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *