Sorot Kinerja Dewan, H. Sudirman Malah Dituding Asbun

Kota Bima, Kahaba.- Ketua PGRI Kota Bima H. Sudirman menilai, pemanggilan bendahara UPT. Dikbud Kecamatan Rasanae Barat oleh Komisi I anggota DPRD Kota Bima, guna menelusuri dugaan pungli dana Rp 120 ribu, salah sasaran.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA Karim. Foto: Deno

“Seharusnya Ketua PGRI yang dipanggil, karena kami yang mengeluarkan surat. Bukan bendahara UPT nya,” ujar Sudirman, pekan kemarin.

Sebab kata Sudirman, jika dilihat aturan. Mestinya PGRI dipanggil terlebih dahulu, karena telah mengeluarkan perintah kepada UPT. Dikbud untuk melakukan penarikan iuran tersebut.

Dirinya menegaskan, iuran itu diwajibkan oleh seluruh anggota PGRI dan dilaksanakan sesuai aturan. Jadi tidak jadi masalah. Maka, diminta dewan memanggil PGRI untuk klarifikasi. Pihaknya pun siap memberikan penjelasan, secara detail dan menyeluruh.

“Kami siap dipanggil, untuk memberikan tanggapan terkait polemik yang saat ini yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan guru,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Taufik HA. Karim menuding pernyataan Ketua PGRI itu asal bunyi (Asbun). Sebab pemanggilan UPTD berdasarkan keluhan guru yang merasa dirugikan oleh ulah bendahara yang melakukan pungutan.

“Sudirman jangan asal ngomong, kami panggil UPTD berdasarkan laporan awal yang disampaikan guru. Jadi harus ditindaklanjuti dengan cepat untuk mengurai akar permasalahan,” tutur Taufik.

Pemanggilan juga itu sambungnya, sesuai dengan tupoksi Komisi I DPRD yang membidangi pendidikan. Sehingga pihak UPTD harus dihadirkan untuk dimintai keterangan alasan pemotongan gaji tersebut.

Kendati benar surat itu bersumber dari PGRI, tapi yang melakukan pemotongan adalah UPTD. Kemudian diketahui Dinas Dikbud. Maka dalam waktu dekat, pihaknya pun akan melayangkan panggilan kepada pihak UPTD lain dan Dinas Dikbud.

“Setelah UPTD Rasanae Barat, maka UPTD di empat kecamatan lain beserta Kepala Dinas Dikbud juga akan kami panggil,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *