Bocah Tenggelam itu Diduga Jatuh ke Sungai Saat Keluar Rumah

Kota Bima, Kahaba.- Bocah usia 6 tahun  Firdaus asal RT 17 Rw 06 Kelurahan Paruga ditemukan tewas tenggelam di Sungai Padolo, dekat rumahnya, Kamis (20/7). Bocah itu jatuh ke sungai karena terkendala matanya yang buta. (Baca. Jenazah Bocah Ditemukan Tewas Terapung di Sungai Padolo)

Kapolsek Rasanae Barat Kompol Jamaluddin.Foto: Noval

Kapolsek Rasanae Barat Kompol Jamaludin menjelaskan, pagi itu korban ditinggalkan oleh orang tuanya yang pergi ke pasar. Korban diduga keluar rumah dan terjatuh di sungai.

“Kebetulan rumahnya dekat Sungai Padolo,” ungkapnya.

Karena terkendala buta kata Kapolsek, anak malang itu terjatuh saat jalan. Mengetahui kejadian itu, warga setempat sempat mencarinya dan menemukan sudah dalam keadaan terapung di sungai.

Kemudian lanjut Jamaludin, bocah itu langsung dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Paruga untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong

“Korban adalah anak dari pasangan suami istri Syamsudin dan Siti Mariah itu. Jenajah korban telah dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Cerita Kapolsek, korban  bersama seorang nenek. Sekembali orang tua dari pasar sekitar lebih kurang satu jam, korban tidak ada di rumah. Lantas dilakukan pencarian oleh orang tua dan keluarganya, kemudian ditemukan di air sungai padolo 3  sekitar 500 meter jaraknya dengan rumah korban.

“Kondisi korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa,” kisahnya.

Korban masuk kedalam sungai dan tenggelam sambung Jamaludin, diduga  jatuh karena tidak bisa melihat karna cacat fisik kedua matanya tidak  bisa lihat. Hal tersebut telah di koordinasikan dengan pihak Dikes Kota bima, untuk di lakukan pemeriksaan medis atau otopsi. Namun orang tua dan keluarga tidak memperbolehkan untuk otopsi.

“Menurut keluarga, korban meninggal wajar tidak ada penyebab lain,” ucapnya.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *