Kasus Batal Nikah, Warga Tangga Kembali Blokir Jalan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pernikahan adalah prosesi yang mempersatukan dua keluarga, namun ceritanya akan berbeda ketika pernikahan secara sepihak dibatalkan beberapa saat menjelang acara dilangsungkan. Kamis (27/9), jalur penghubung Tente-Parado lumpuh total selama beberapa jam setelah keluarga pengantin wanita dan warga Tangga, Kecamatan Monta untuk kedua kalinya memblokir jalan dalam rangka menuntut sang calon pengantin pria diproses hukum terkait masalah itu.

Warga Tangga Kecamatan Monta Kamis (27/9) kembali memblokir jalan

Kasus ini berawal dari dibatalkannya pernikahan antara Rifaid, warga Sakuru dengan seorang warga Desa Tangga Kecamatan Monta yang sedianya akan digelar pada hari Rabu (12/9). Pihak keluarga calon pengantin perempuan yang merasa malu dan dipermainkan atas keputusan sepihak Rifaid itu lantas melaporkannya ke Polsek Monta. Keluarga bersama warga pada hari Kamis (13/9) lalu juga sempat memblokir jalan yang sama untuk menuntut polisi menahan sang terlapor. Pada saat aksi blokir yang pertama, polisi memastikan pada warga bahwa sang terlapor telah digelandang ke Mapolres Bima.

Kini, aksi blokir jalan berulang hari ini (27/9) setelah warga mendengar kabar bahwa Rifaid masih belum ditahan. Pengguna jalan yang menghubungkan Kecamatan Woha dengan Kecamatan Parado tak bisa meneruskan perjalanannya karena di tengah jalan warga Tangga memasang barikade kayu dan batu-batu besar.

Seperti yang disampaikan salah seorang warga, Mustakim (36 tahun)  meminta ketegasan aparat Kepolisian dalam memproses kasus yang mencemari kehormatan warga Tangga karena insiden ini sudah  melanggar hukum dan Undang-Undang yang berlaku. “Permintaan keluarga korban sederhana saja, karena ini sudah menghianati moral dan kemanusiaan, jadi tolong pelaku diamankan sambil menunggu penyelesaian proses hukum dilakukan,” ucapnya. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Kent Abeng

    Tidak semudah itu polisi melakukan penahanan thdp tersangka, hrus dilihat juga ada tidak tindak pidana yg dilakukan oleh tersangka dan hrus diperhatikan juga apakah tersangka melanggar pasal dalam KUHP yg bisa ditahan..

  2. Apabila dua kelompok Muslim bertikai dlm perkara – perkara yg ada pada mereka mk damaikanlah, apabila salah satu dr kelompok yg bertikai itu ada yg menolak perdamaian, maka bantulah kelompok yg ingin berdamai itu supaya mereka dapat kedamaian. Oleh sebab itu, wahai orang – org yg beriman, dlm menyelesaikan perkara pembatalan pernikahan yg sepihak ini bantulah utk menyelesaikan dgn baik yg penuh dgn keimanan.

  3. sri dou kilo/dompu

    as apa kbr yg berada di ntb bima smg baik2 aja perkenalan sri sulasni agani,berasal pali kilo skrg sri msh kerja di luar negeri/suriah insa allah tinggal 3 bln plg di kilo bsh brkumpul dgn org tua tercinta slm rindu and kangen yg ada di ntb bima?

  4. sri dou kilo/dompu

    sri hrap jgn ada dendam atau pemusuhan kita sbagai muslim wjib kita minta ma’f atas ksalahan atau petbuatan hrus lupakan perkarah pernikahn, mngkn pihak kluarga pria tdk bsh melupakn kita hrs ingat pd allh mngkin ini percobaan yg pnting kita hrus sbr dn tabah pasti ada jln kluar buat kita smua ok ini email aq,ADHE1995@HOTMAIL.COM wslm sri janda 1 anak

  5. RIZKI SARAMBAN

    Masyarakat harus ngerti, bahwa tidak semua Perkara Pidana bisa DITAHAN oleh Pihak Kepolisian, Harus Sesuai dengan KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana). yaitu hanya yang ancaman Hukumannya di atas 5 tahun, dan Terkecuali Perkara yang diatur Pada Pasal 21 KUHAP  (Pasal Pengecualian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *