Yayasan Al-Mahasin Bima Berbagi dengan Anak Yatim Piatu

Kota Bima, Kahaba.- Yayasan Al – Mahasin Bima menggelar silahturahim antar peserta didik PAUD, TK, KB, TPA Al-Mahasin, sekaligus memberi santunan kepada 50 orang anak yatim piatu di Kota Bima. Kegiatan yang digelar di sekolah setempat, Minggu (23/7) mengangkat tema “Indahnya Silahturahim dan Berbagi”.

Ketua Yayasan Al – Mahasin Bima Nur Farhati. Foto: Bin

Ketua Yayasan Al – Mahasin Bima  Nur Farhati saat menyampaikan sambutan mengatakan, silahturahim tersebut penting dilaksanakan, agar terjalin hubungan yang baik, interaksi yang produktif antara peserta didik, pendidik dan orang tua peserta didik.

Selain itu kata dia, pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan paket untuk anak yatim piatu. Berupa alat tulis, buku baca, sembako dan uang. Selain bantuan diberikan oleh yayasan, orang tua murid juga menitipkan bantuan yang sama untuk anak yatim piatu.

“Kami melakukan ini untuk mengajarkan anak-anak mengasihi, berbagi, menyayangi sesama,” ujarnya.

Nur Farhati menjelaskan, Yayasan Al – Mahasin Bima  didirikan sejak tahaun 2012. Dari awal didirikan, PAUD, Kelompok Bermain (KB) yang sudah terakreditasi B, TK, dan TPA (Taman Penitipan Anak) sudah bisa bermanfaat dengan baik dan menjadi tempat anak – anak bermain dan belajar.

Foto bersama usai penyerahan santunan untuk anak yatim piatu. Foto: Bin

Sementara untuk waktu belajar, anak –  anak TPA diawali pukul 11.00 Wita kemudian berakhir pada pukul 13.00 Wita. Anak TPA juga diajak untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah. Kemudian
KB dan TK, masuk mulai pukul 08.00 Wita dan pulang pada pukul 11.00 Wita.

“Untuk anak 1 tahun pertama kita gratiskan, karena memang tujuan kami dihajatkan untuk kalangan duafa, tukang ojek, buruh dan berpenghasilan rendah. Tapi seiring waktu, justru banyak warga memiliki ekonomi keatas menitipkan anak di sekolah kami,” ungkapnya.

Ditanya visi utama membangun Yayasan tersebut, Nur Farhati memaparkan, pihaknya ingin memanfaatkan momen usia keemasan anak, menjadi anak yang sehat, cerdas dan berakhlak mulia. Sehingga pada generasinya nanti, menjadi generasi masa depan bangsa yang kuat secara akidah, dan mampu membentengi diri dari tantangan zaman.

“Aqidah itu ibarat akar pohon yang kokoh, harus dirawat dan disiram dengan nutrisi keislaman yang baik. Sehingga nanti menjadi generasi muslim yang membanggakan agama dan bangsa,” jelasnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *