Komunitas Pramuka Peduli Bantu Air Bersih untuk Warga Desa Pesa

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bagi sebagian orang, air bersih masih menjadi benda mewah. Tidak semua orang bisa mengakses kebutuhan primer ini dengan mudah, apalagi saat musim kemarau seperti saat ini.

Penyaluran air bersih oleh Pramuka Peduli di Desa Pesa. Foto: Dok. Pramuka Peduli

Seperti yang dialami warga Desa Pesa Kecamatan Wawo. Saat musim kemarau tiba, warga setempat pun harus mengambil air di desa tetangga. Air bersih sungguh sulit untuk didapatkan di kampung sendiri.

Seperti yang dituturkan Siti Aisyah, siswi kelas 1 SMPN Negeri 1 Wawo. Kata dia, air bersih di desanya langka pada saat musim kemarau. Jika musim kemarau panjang, warga setempat harus menumpang ambil air di rumah warga desa lain.

Hal yang sama disampaikan oleh Ridwan, Pembina Pramuka SMPN 1 Wawo. Menurutnya, setiap musim kemarau tiba ia harus mengambil air di Desa tetangga untuk sekedar minum. Jika kemarau panjang, pihaknya juga harus mencuci dan mengambil air di Di Desa Maria.

“Susah sekali rasanya jika musim kemarau tiba. Kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Kami juga terpaksa harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air sekedar untuk air minum, belum termasuk air untuk kebutuhan lainnya,”cerita Ridwan.

Senada diceritakan oleh Ali, bahwa pasokan bantuan air terakhir didapatkan saat Bulan Ramadan. Ada dari rombongan kepolisian yang membawa bantuan air bersih. Tapi sampai saat ini, baru kali ini ini lagi pihaknya mendapatkan penyaluran air bersih dari Komunitas Pramuka Peduli.

Merespons hal tersebut, Komunitas Pramuka Peduli Kabupaten Bima menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 7 tangki untuk masyarakat. baru-baru ini.

“Kami bekerjasama dengan BPBD dan dukungan Camat Wawo menyalurkan air bersih kepada warga di Desa Pesa Kecamatan Wawo,” kata Arief Koordinator Komunitas Pramuka Peduli.

Diakuinya, ini adalah tahun kedua Komunitas Pramuka Peduli memberikan bantuan air bersih Di Desa Pesa. Semoga tahun depan tidak terjadi lagi kelangkaan air bersih.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *