HM Irfan: Pendidikan Tolak Ukur Kemajuan Daerah

Kota Bima, Kahaba.- Kepala LPMP NTB, H. Muh. Irfan pada penutupan Diklat K 13 bagi guru SD se-Kota Bima, Minggu (23/7)  di Aula SMP 1 Kota Bima mengatakan, pendidikan mengantarkan kemajuan suatu daerah. Indikator kemajuan negara dan daerah adalah pendidikannya.

HM Irfan saat menjelaskan peran guru pada Diklat K 13 bagi guru SD se-Kota Bima. Foto: Dok. LPMP NTB

Menurut Bakal Calon Wakil Walikota Bima itu, peningkatan IPM salah satunya kontribusi pendidikan disamping kesehatan. Guru sebagai ujung tombak dari pendidikan berperan strategis memberikan nuansa terhadap kemajuan daerah, menghasilkan anak yang cerdas dan terampil menjadi mutlak diperlukan bagi kemajuan daerah.

“Guru juga berperan sebagai katalisator terhadap isu – isu yang mendiskreditkan pemerintah.  Karena mereka juga bagian dari penyelenggara negara. Memberikan pencerahan terhadap masyarakat akan arti dari sebuah proses pembangunan,” jelasnya.

Kata dia, menjadi guru tidak hanya dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Tapi dimanapun dan kapanpun, karena belajar dan mengajar tidak mengenal waktu dan tempat. Apapun dan dari siapapun bisa dijadikan sumber belajar.

Sambungnya, negara yang maju atau daerah yang maju adalah yang menghargai hasil pendidikannya. Pendidikan tidak berbicara kekinian tapi pendidikan berbicara tentang kemajuan dan masa depan.

“Jadi guru bisa memberikan warna akan masa depan daerah,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *