Gara-Gara Sistem Zonasi, SMKN 3 Kota Bima Kekurangan Siswa

Kota Bima, Kahaba.- SMKN 3 Kota Bima pada tahun ajaran baru 2017-2018 mengalami kekurangan siswa. Itu disebabkan pemahaman masyarakat tentang informasi sistem zonasi yang mengharuskan siswa untuk melanjutkan pendidikan di wilayah terdekat.

Humas SMKN 3 Kota Bima Elisabet didampingi Wakasek Sarana dan Prasarana Zainuddin. Foto: Eric

Humas SMKN 3 Kota Bima didampingi Elisabet Wakasek Sarana dan Prasarana Zainuddin memaparkan, sistem zonasi yang mewajibkan siswa mendaftar di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggalnya justru merugikan SMKN 3. Terbukti, pada tahun ajaran baru ini siswa sangat sedikit mendaftar

“Berdasarkan data penerimaan peserta didik baru, hanya 297 siswa yang mendaftar. Padahal berdasarkan kuota, sekolah bisa menampung hingga 384 siswa,” ujarnya, Senin (24/7).

Dibandingkan tahun lalu sambungnya, jumlah siswa baru di tahun ini menurun cukup drastis. Sehingga dipastikan dari 8 jurusan sekolah, hanya 3 yang memenuhi kuota jumlah siswa diantaranya, Tata Busana, Multimedia dan Desain Komunikasi Fisual. Sedangkan 5 jurusan lain yang tidak memenuhi kuota ialah, Kria Kayu, Kroa Tekstil, Tata Boga, Tata Kecantikan dan Perhotelan.

Kekurangan siswa baru tersebut diakui Elizabet karena pemahaman informasi pelajar dan orang tua siswa masih kurang tentang sistem zonasi. Sehingga siswa yang berada diluar zonasi wilayah Kota Bima, dan bahkan diluar Kota Bima tidak mendaftarkan diri.

“Penetapan sistem zonasi itu sebenarnya hanya berlaku di tingkat SMA. Artinya, baik jurusan SMK dan MA tetap menerima siswa baru diluar zonasi yang telah ditetapkan,” bebernya.

Maka dari itu, untuk menarik kembali peminat mendaftar di sekolah kembali meningkat. Pihak sekolah akan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas, demi tercapainya kuota pemenuhan siswa baru.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *