Kaharudin Klaim Rekrut Anggota 50 Pol PP Sudah Sesuai Aturan

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Sat Pol PP Kota Bima Kaharudin mengelaim perekrutan 50 anggota Pol PP sudah melalui aturan dan mekanisme. Pernyataan itu menjawab sorotan dewan soal perekrutan yang tidak transparan dan melanggar aturan.

Kepala Dinas Pol PP dan Damkar Kota Bima Kaharuddin (Tengah) saat memberikan arahan pada 50 personel Baru. Foto: Eric

“Saya merasa perekrutan 50 anggota Pol PP dari jalur K2 sudah sesuai sesuai aturan,” ujar Kaharudin,  Selasa (25/7).

Ia menjelaskan, mengapa perekrutan tenaga baru tersebut tidak melibatkan panitia yang berkompeten. Karena dapat menyita waktu dan menelan biaya yang tidak sedikit.

“Honorer K2 itu jumlahnya lebih dari 2.000 orang. Tapi yang direkrut hanya 50 orang saja. Tentu ini akan menambah waktu dan membuang anggaran,” akunya.

Lagipula, kata mantan kepala Diskoperindag itu, tidak melibatkan panitia seleksi karena ada instruksi langsung dari kepala daerah untuk memilih langsung anggota Pol PP. Tentunya berdasarkan persyaratan umum, dan pertimbangan.

Sementara hasil perekrutan anggota Pol PP yang baru, semuanya mempunyai fisik yang tangguh. Serta memiliki riwayat atlet, yang telah menorehkan sejumlah prestasi.

Ia menjelaskan lagi, permintaan penambahan anggota Pol PP juga hasil program kepala sebelumnya, yang telah disetujui pada tahun 2016 lalu. Sehingga sebagai kepala dinas yang ditunjuk pada awal Januari, hanya melanjutkan program pemimpin sebelumnya.

Dia menambahkan, bila ada informasi serta isu yang menyatakan perekrutan ini ada unsur keterlibatan keluarga pejabat serta ada kaitan dengan unsur politik, Itu tidak benar adanya. Karena sistem perekrutan telah melalui mekanisme aturan.

“Saya tidak mengenal satupun 50 anggota Pol PP baru ini. Bila saat bertugas nanti ada anggota yang malas. Maka akan diganti, dan ditunjuk anggota baru yang disiplin,” tambahnya.

*Kahaba-04

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *