Rum, Anak Guru Bercita – Cita besar

Kota Bima, Kahaba.-  Bakal calon Wakil Walikota Bima HM. Rum merupakan birokrat ulung, jujur, tegas dan senantiasa ingin bertindak cepat dan praktis dalam menyelesaikan tugas pemerintahannya. Dengan penampilan yang sederhana, Rum tidak pernah mempersulit tugas – tugas pelayanan publik, sebagai salah satu tugas pokok kenegaraan dari para birokrat.

H Muhammad Rum. Foto: Ady

Menurut Ardiansyah, juru bicara tim HM Rum, fakta yang selama ini ada, Rum banyak diakui oleh masyarakat yang pernah berinteraksi langsung. Prestasi 3 kali meraih predikat WTP secara berturut – turut selama menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima cukup menjadi bukti keuletan Rum dalam memimpin dan menakhodai pemerintah Kota Bima.

“3 kali Pemkot Bima meraih predikat WTP dari BPK tidak lepas dari tangan dingin Rum mengatur dan mengelola keuangan sebagai Sekda Kota Bima,” ujarnya, Sabtu (29/7).

Kata Ardiansyah, Rum terlahir sebagai anak desa. Laki – laki yang akrab dipanggil Ince ini merupakan anak guru yang terbiasa dengan kehidupan sederhana. Berpikir sederhana, bertindak sederhana dan jauhi mempersulit orang lain adalah salah satu motto hidup Rum selama hidup dan mengabdi kepada birokrasi.

Rum malah berpesan kepada seluruh anak – anak di Kota Bima khususnya anak – anak guru, jauhi sifat rendah diri, karena semua orang bisa menjadi besar karena kesungguhan dan kerja keras, jauhi sifat sombong. Tetaplah menjaga kesederhanaan dan rendah hati, karena Allah SWT selalu bersama.

“Beliau tidak pernah risau karena terlahir dari seorang anak guru, Rum juga tidak pernah merasa terhina dengan penampilannya yang sederhana.kita mesti bangga menjadi diri sendiri. Karena yang paling penting menjaga hati dari rasa iri dan dengki kepada orang lain,” paparnya.

Diakuinya, Rum remaja menyelesaikan pendidikan SMA dan SMA 1 Bima, kemudian diterima kuliah di Universita Hasanuddin Makassar jurusan Tekhnik Sipil.berbekal ijazah Sarjana Teknik Rum mencoba melamar untuk jadi PNS. Berkat kesungguhan dan kerja keras, Rum kemudian dipercaya  kepala dinas hingga kemudian diangkat menjadi Sekda Kota Bima.

“Diakhir perjalanannya sebagai birokrat, sang insirator ini ingin mendarma bhaktikan tenaga dan kemampuannya untuk menjadi Wakil Walikota Bima. banyak ide dan gagasan yang belum sempat terwujud dan ingin diterapkan di Kota Bima,” katanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *