Pimpinan Dewan Curhat Soal Mobdis di Paripurna

Kabupaten Bima, Kahaba.- Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bima, H Syamsudin tampak membisiki sesuatu di telinga Wakil Ketua II, Nukrah saat rapat paripurna hendak ditutup, Senin (31/7) siang.

Suasana paripurna sebelum Bupati Bima hadir. Foto: Ady

Saat itu, Bupati Bima, Hj Indah Dhamayanti Putri memang baru saja selesai membacakan dokumen KUA-PPAS 2018. Sesaat setelah turun, Nukrah selaku pimpinan rapat mengambil alih pengeras suara dan ingin menutup paripurna.

Rupanya Politisi Gerindra ini, memberikan kode untuk memohon waktu bicara. Nukrah pun tak melanjutkan kalimat penutup dan memberikan sinyal pada H Syamsudin untuk bicara.

Di hadapan semua undangan paripurna, H Syamsyudin langsung menukik ke inti penyampaiannya. Ia curhat dan mengadu kepada Bupati Bima soal Mobil Dinas (Mobdis)-nya yang sudah 6 bulan tidak bisa digunakan.

“Mumpung ada Bupati Bima. Saya sudah 6 bulan menunggu, hampir naik ojek karena mobil dinas tidak bisa dipakai. Untung ada mobil Gerindra,” katanya melapor Bupati.

H Syamsudin juga melaporkan sikap Sekwan, Indra Jaya yang hanya ngomong saja selama ini dan tidak menindaklanjuti laporan kerusakan mobilnya.

“Saya sampaikan ke Sekwan, dia hanya ngomong doang,” ujar dia.

Perihal kedua yang disampaikannya ke forum paripurna, yakni menegaskan kepada Bupati Bima bahwa Partai Gerindra mendukung 100 persen semua program Pemerintah Kabupaten Bima.

Usai paripurna, secara terpisah Sekwan, Indra Jaya nampak terganggu dengan sentilan H Syamsyudin soal Mobdis.

Ia dengan cepat mengklaifikasi ke media bahwa mobil Wakil Ketua DPRD itu rusak usai direndam banjir beberapa bulan lalu. “Kendalanya karena tidak ada suku cadang di sini,” aku mantan Kepala Bappeda ini.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Bima kali ini memang dihadiri lengkap Bupati, Wakil Bupati Bima dan Sekda, Kepala-Kepala SKPD serta jajaran eksekutif lainnya.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *