Kementerian Koperasi dan UKM Gelar Bimtek Recovery Ekonomi di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Kementrian Koperasi dan UKM Deputi Bidang Restruturisasi bersama Dinas Koperindag Kota Bima menggelar kegiatan Bimtek Recovery Ekonomi atau pemulihan kembali ekonomi pasca bencana banjir di Kota Bima, Senin (24/7) di aula Hotel Camelia.

Bimtek Recovery Ekonomi oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Foto: Hum

Kegiatan tersebut ini dihadiri Asdep Perlindungan Usaha Karimuddin  dan dibuka secara resmi oleh Asisten I M. Farid. Ada pun peserta merupakan KUMKM Kota Bima yang terkena dampak banjir bandang sebanyak 37 orang dan ditambah 3 KUMKM dari Kabupaten Bima.

Kegiatan ini merupakan bagian dr komintmen kemenkop dan ukm dalam membantu recovery kota bima terutMa dalam recovery kUmkm agar bisa kembali seperti semulah bahkan lebih baik lg

Karimuddin dalam arahannya menyampaikan pemulihan sektor ekonomi adalah salah satu cara yang paling rasional untuk dapat mendorong kemandirian masyarakat pasca bencana. Perbaikan sektor ekonomi melalui penguatan Koperasi dan UKM menjadi salah satu strategi untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Penciptaan keunggulan usaha baik melalui kreativitas usaha maupun teknologi menjadi hal yang penting harus dilakukan.

“Dengan adanya Program Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana diharapkan mampu membantu para pelaku usaha dalam memulihkan perekonomian bahkan diharapkan lebih maju dibanding yang dilakukan sebelum terjadinya bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten I menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia karena telah banyak mendukung dan mendorong perkembangan UKM di Kota Bima melalui berbagai programnya.

Salah satu program Kemenkop dan UKM RI dalam memfasilitasi dan mediasi restrukturisasi kredit bagi para pelaku usaha yang terkena musibah berupa perpajangan waktu kredit, dan pengurangan beban bunga.

“Program ini sungguh sangat berarti bagi para pelaku usaha untuk bangkit membangun kembali usahanya yang terdampak bencana,” pujinya.

Diakui Farid, bencana banjir yang terjadi penghujung tahun lalu terdapat 4.571 KUMKM dengan nilai kerugian mencapai Rp 9,86 Miliar. Akibat dari bencana tersebut, banyak kantor koperasi dan tempat usaha UMKM yang selama ini menjadi sarana dan prasarana dalam melaksanakan usahanya, mengalami kerusakan, bahkan ada yang hanyut, rusak berat.

Diharapkan dengan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dapat membuka cakrawala dan membangkitkan semangat untuk bangkit kembali melanjutkan usahanya. Selain itu, koperasi dan pelaku UKM diharapkan mampu berkreasi menciptakan pasar baru, dengan mengikuti selera pasar dan bukan sekadar business as usual seperti selama ini dikerjakan sebelum terdampak bencana.

*Kahaba-01/Hum

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *