DPO Pembunuh Kades Rato Diciduk, Ibu-Ibu ini Protes dan Blokir Jalan

Kabupaten Bima, Kahaba.- JD (27) warga Desa Wane Kecamatan Parado diciduk polisi di Kediamannya, Minggu (6/8). Pria tersebut ditangkap karena diduga merupakan tersangka kasus pembunuhan Kades Rato Parado pada Oktober 2016. Hanya saja saat ditangkap, ibu-ibu setempat memrotesnya. (Baca. Polisi Tembak DPO Pembunuh Kades Rato Parado)

Ilustrasi

Kapolres Bima Kabupaten Bima, AKBP M Eka Fathurrahman Sik menjelaskan, akibat adanya penangkapan DPO tersebut warga desa Parado Wane terutama ibu – ibu melakukan protes dengan cara blokir jalan. (Baca. Kades Rato Dibacok Hingga Tewas)

Tuntutannya, polisi harus adil dalam menangani kasus yang ada di wilayah Kecamatan Parado. Sepeti meminta agar menangkap juga pelaku pembunuhan yang terjadi sebelumnya, dimana korbannya seorang staf Desa Parado Wane.

“Pelaku pembunuhan adalah dua orang anak dari JR, kedua duanya sudah divonis pengadilan di atas 15 tahun penjara,” kutipnya dari tuntutan warga.

Namun warga Desa Parado Wane lanjut Eka, menginginkan orang tua pelaku yaitu JR juga ditangkap. Warga menganggap ada keterlibatan JR.

Atas tuntutan tersebut sambung Eka, aparat melakukan negosiasi dengan warga. Meminta warga tidak blokir Jalan, melakukan penggalangan, dan berjanji mencari keberadaan JR untuk ditangkap.

“Sampai saat ini situasi dapat kami kendalikan,” pungkas Eka.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *