141 Mahasiswa STIE Diwisuda, Firdaus: Ini Indikator Akuntabilitas Mutu STIE

Kota Bima, Kahaba.- STIE Bima menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda Sarjana Ekonomi Angkatan ke-XIV tahun 2017, di Convention Hall, Selasa (8/8). Sebanyak 141 mahasiswa diwisuda dan mendapat gelar Sarjana Ekonomi.

Mahasiswa saat dikukuhkan menjadi sarjana oleh Ketua STIE Bima. Foto: Bin

Hadir pada kegiatan tersebut, pejabat yang mewakili Walikota Bima dan Bupati Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Perwakilan Kopertis Wilayah VIII, jajaran perbankan dan orang tua mahasiswa yang diwisuda.

Ketua STIE Bima, Firdaus dalam sambutannya mengatakan, salah satu akuntabilitas STIE Bima kepada masyarakat yaitu mewisuda mahasiswa. Untuk itu, dirinya menyampaikan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang diwisuda hari ini.

“Wisuda ini merupakan hasil kerja kami yang nyata sebagai bagian dan akuntabilitas STIE Bima kepada masyarakat. Ini merupakan indikator akuntabilitas yang terkait dengan mutu STIE Bima sebagai institusi perguruan tinggi,” jelasnya.

Diakui Firdaus, wisuda merupakan pertanda kesungguhan civitas akademika STIE Bima untuk melaksanakan tugasnya sesuai dengan agenda yang telah ditentukan, serta target mutu dalam bidang pendidikan yang ingin dicapai.

Makna penting lain bagi STIE Bima yang terkait dengan keberhasilan meluluskan mahasiswa untuk jenjang pendidikan sarjana bagi perguruan tinggi lebih merupakan wujud karya STIE Bima yang terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Sebagai generasi insan pembangunan bangsa sambung pria dengan gelar Magister Manajemen itu, diharapkan pengalaman selama belajar di STIE Bima telah menambah kematangan intelektual. Bahwasanya pendidikan pada perguruan tinggi merupakan pendidikan akhir sebelum seseorang terjun ke masyarakat dengan predikat sebagai Sarjana ekonomi.

Ketua STIE Bima bersama jajaran dan perwakilan Kopertis Wilayah VIII. Foto: Bin

“Hari ini saudara secara legal diakui memiliki keahlian sesuai dengan gelar akademik yang tercantum dibelakang nama. Kami berharap anda bisa menggambarkan kompetensi anda pada bidang yang telah dipelajari di STIE Bima,” ujarnya.

Kata Firdaus, upaya yang harus dipertajam sekarnag yakni mengusahakan agar STIE Bima dapat terus meningkatkan mutunya. Berkaitan dengan itu, STIE Bima mencoba memperkenalkan atmofsir akademik baru bagi masyarakat Bima, melalui perombakan kurikulum yang mengarahkan pada kompetensi lulusannya dan melakukan pembenahan fasilitas akademik dan kemahasiswaan.

Pihaknya pun ingin mensejajarkan diri dalam bidang perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. STIE ingin menempatkan diri secara pas dalam proses demokratisasi, tekanan global, kekuatan ekonomi yang tak seimbang, tekanan politik, dan pengaruh kuat berbagai kebudayaan yang melanda bangsa dan negara.

Di tempat yang sama, perwakilan Kopertis Wilayah VIII I Made Gunawan saat menyampaikan sambutan, wisuda merupakan akhir dari seluruh rangkaian studi, juga menjadi awal kehidupan akademik yang lebih kompleks dan dinamis. Agar bisa isa bersaing dan menjadi pemenang,

10 orang mahasiswa terbaik STIE Bima. Foto: Bin

“Saudara dituntut untuk berbagi ilmu pengetahuan, dan itulah keberhasilan yang sebenarnya,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Gunawan juga mengungkap permasalahan pengangguran menjadi masalah klasik, dan ini menjadi tantangan bagi perguruan tinggi. Untuk itu, dia meminta wisudawan dan wisudawati tidak hanya berpikir menjadi PNS, tapi juga membuka peluang bekerja sendiri sesuai dengan bidang ilmu yang diperoleh dari bangku kuliah.

Dari rangkaian kegiatan, sebanyak 10 mahasiswa terbaik pun dibacakan dan diberikan souvenir. Adapun 10 nama mahasiswa terbaik itu masing – masing Erni Noviyani, Ela Nur Rizky, Fahnida Nadzlia, Arni Yunita Sari, Luh Nurma Amelya, Muhammad Quff Aqfani, Afifah Hidayatullah, Susan Yuniarti, Tiara Adetiar dan M. Aditya Fajar MP.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *