Rp 1,5 Miliar Anggaran Apotik RSUD Bima Terlantar

Kabupaten Bima, Kahaba.- Anggaran Rp 1,5 miliar yang diperuntukan bagi pengembangan apotik RSUD Bima tidak terpakai dengan alasan yang tidak jelas. Hal ini terkuak dalam rapat paripurna terhadap nota keuangan tentang RAPBD-P Tahun 2012, Sabtu (29/9).

Ilustrasi

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Sukrin HT, M.Si, dalam penyampaiannya menyesalkan sikap pemerintah yang tidak memanfaatkan dana tersebut. Padahal dana tersebut berupa dana subsidi bagi ketersediaan obat di apotik milik pemerintah. Ia mengungkapkan, pemerintah tidak mau membelanjakan uang tersebut padahal pos anggarannya sudah tercover dalam APBD tahun 2012.

Adanya anggaran yang diterlantarkan tersebut diakui Sukrin pertama kali diketahui pada saat Rapat Kerja Komisi IV bersama pihak RSUD Bima. Dalam raker tersebut pihak RSUD Bima tidak menyampaikan sejauh mana realisasi penggunaan anggaran dimaksud. Harusnya, pada pembahasan RAPBD anggaran tersebut dilaporkan dan dibahas pula apakah terjadi penambahan anggaran ataukah masih tetap berjumlah sekian sesuai dana awal yang disubsidi. Apakah hal ini terjadi karena adanya kesengajaan atau tidak masih menjadi tanda tanya baginya.

Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) juga mempertanyakan soal anggaran negara yang disubsidi Pemkab Bima untuk Apotik RSUD yang tidak jelas pelaporannya itu. Mestinya, dengan subsidi miliaran rupiah tersebut, ada penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari kegiatan operasional Unit Apotik RSUD .

Pantas dan wajar untuk diduga, banyaknya keluhan masyarakat atas tidak tersedianya obat di apotik pemerintah harusnya tidak terjadi dengan adanya subsidi anggaran yang diberikan.[BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *