Rutan Bima Over Kapasitas, tidak layak di Tengah Kota, Butuh Perhatian Pemda!

Kota Bima, Kahaba.- Idealnya, jumlah warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Bima hanya mampu menampung 135 orang. Namun, kondisi terkini jumlah terpidana sudah mencapai 265 orang. Kondisi ini Dibutuhkan Perhatian Daerah (Pemda), untuk ketersediaan lahan lokasi bangunan baru.

Kepala Rutan Bima, H. A. Khalik. Foto: Ompu

Kepala Rutan Bima, A khalik S Sos mengakui saat ini, Rutan yang dipimpinnya melebihi (over) kapasitas. Idealnya Rutan Bima yang memiliki 4 blok, dimana diantaranya khusus blok wanita hanya bisa menampung 135 warga binaan. Namun, kondisi terkini sudah mencapai kapasitas. Ia pun telah berupaya menyiasati berbagai cara untuk menyesuaikan jumlah tahanan dan jumlah kamar sel.

” Kondisinya sudah over kapasitas. Jadi butuh perhatian pemerintah untuk lokasi bangunan baru,” katanya, kemarin.

Melihat kondisi tersebut, ia telah melaporkan ke Kanwil. Namun, jika sekiranya ada perhatian Pemda baik legislatif dan eksekutif Kabupaten dan Kota Bima, minimal untuk menyediakan lahan, pihaknya akan berusaha mendatangan anggaran bangunan gedung rutan yang baru.

“Jika ada lahan dari Pemda, kita akan sharing dana untuk bangun gedungnya saja,” ujarnya.

Mengapa perlu bangunan baru, jelas pria kelahiran Rabadompu ini, karena Rutan Bima telah dikelilingi perkampungan di tengah Kota. Kemudian dia mencontohkan, jika saja kejadian musibah kebakaran atau banjir datang, kuatirnya tahanan tidak bisa dievakuasi dengan cepat. Sehingga Rutan Bima harus memiliki area kosong yang mengelilingi untuk antispisai kejadian yang diluar dugaan

Contohnya lagi, karena kelebihan kapasitas, terkadang tahanan dipindahkan ke Rutan Dompu. Kasihan tahanan, karena akan jauh dari keluarga yang biasa berkunjung.

Untuk diketahui, Rutan bukanlah tempat untuk menampung orang-orang jahat. Disini akan diberikan pembinaan dan bimbingan sosial lainnya agar dapat merubah perilaku dari terbiasa berbuat melanggar hukum, hingga menyadari untuk tidak mengulang dan maksimal tidak berbuat lagi.

“Artinya, lahan yang cukup untuk Rutan Bima sangat dibutuhkan. Agar tahanan bisa leluasa mengembangkan diri untuk merubah diri,” jelasnya.

Disamping itu, ia menceritakan bahwa banyak kreatifitas dari para Napi. Seperti membuat pot bunga, membuat miniatur perahu dan beberapa pembekalan kreatif telah dibina sebagai upaya merubah perilaku tersebut.

“Itulah mereka disebut warga binaan. Membina agar menjadi manusia sosial  yang peduli akan diri sendiri, orang lain, dan negara ini,” pungkas Khalik.

*Kahaba-09

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *