Tramadol Ancaman Generasi, BSMI Ajak Pelajar tidak Coba-Coba

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sosialisasi bahaya obat keras Tramadol di SMPN 13 Kelurahan Tanjung Kota Bima, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima kembali melakukan hal yang sama di SMPN 2 Kota Bima. Di hadapan ratusan pelajar, BSMI mengajak agar tidak sekali – sekali mencoba obat yang merusak generasi tersebut. (Baca. BSMI Sosialisasi Bahaya Tramadol di SMPN 13, Seorang Siswa Ngaku Pernah Konsumsi)

BSMI Kota Bima saat sosialisasi bahaya Tramadol di SMPN 2 Kota Bima. Foto: Bin

Kehadiran BSMI Kota Bima disambut gembira jajaran guru setempat. Dengan memanfaatkan waktu IMTAQ Jumat (11/10) di lapangan sekolah, BSMI menggambarkan bagaimana bahayanya Tramadol bila dikonsumsi.

Rupanya, nama obat tersebut juga cukup dikenal oleh siswa setempat. Namun dengan lantang seluruh siswa mengaku tidak ingin mencoba – coba untuk konsumsi obat medis yang sudah dijual bebas itu. Bahkan salah seorang siswa maju dan berdiri dan mengajakteman – temannya untuk tidak meminum Tramadol, karena tidak baik untuk kesehatan.

“Obat Tramadol itu obat keras. Saat ini tidak hanya dijual di Apotek, tapi juga dijual di tengah – tengah masyarakat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” jelas Ketua BSMI Kota Bima, Muhammad Akbar.

Untuk itu sambungnya, Akbar mengajak siswa untuk siap membentengi diri jika saja ada teman – teman yang mengajak untuk minum Tramadol. Karena, jika dikonsumsi tanpa resep dokter maka akan merusak sistem saraf.

“Itu obat keras loh. Kalau rutin diminum setiap hari, apalagi dalam jumlah yang lebih dari ketentuan, maka akan membuat peminumnya gila,” tegasnya.

Dokter yang bertugas di RSUD Bima itu bahkan mengungkapkan sudah banyak remaja dan pemuda Bima yang dilarikan ke RS Jiwa karena dampak minum Tramadol. Bahkan Pemerintah Kota Bima sudah menyatakan darurat Tramadol.

“Tramadol itu ancaman serius untuk generasi. Jika kita sekali saja mencoba, maka akan ketagihan dan membuat peminumnya gila,” tuturnya.

Siswa SMPN 2 Kota Bima saat menyimak pemaparan bahaya Tramadol dari BSMI. Foto: Bin

Di tempat yang sama, anggota BSMI Kota Bima Izzawaty Daud mengungkapkan, bahaya Tramadol sekarang sudah menyasar ke sekolah – sekolah. Bahkan tidak menutup kemungkinan masuk hingga ke Sekolah Dasar. Sebab, cara mendapatkannya pun tidak sulit. Karena ditengah masyarakat sudah tersedia.

Sebagai seorang apoteker, Izzawaty juga memaparkan tentang pengaruh buruk jika Tramadol dikonsumsi secara terus menerus, apalagi sekali minum dalam jumlah banyak.

“Setelah minum memang bikin mabuk, kepala pusing, percaya diri. Tapi pikirkan dampak jangka panjangnya. Saraf kita rusak, dan masa depan kita pun akan hilang,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala SMPN 2 Kota Bima Yusuf Ahmad saat menyampaikan sambutan mengapresiasi langkah yang dilakukan BSMI. Ia berharap, kepedulian tersebut teris digalakkan. Karena semakin banyak yang peduli, maka upaya pencegahan bisa maksimal dilakukan.

“Ini kegiatan yang sangat bermanfaat. Kami berharap, setelah sosialisasi soal dampak ini timbul rasa takut dari siswa untuk mencobanya,” ucap Yusuf.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *