Orang Tua Fifi: Mohon Pulangkan Anak Saya dari Arab Saudi

Kota Bima, Kahaba.- Besar harapan keluarga TKI asal Kelurahan Penaraga Kota Bima Fifi Adrianti (Nama Akun FB Fifi Putri Bima) kepada pemerintah, agar bisa secepatnya memulangkan Fifi kembali ke Indonesia. Sebab, curhatan perempuan berusia 27 tahun itu di Akun FB miliknya semakin membuat perasaan keluarga gelisah. (Baca. Disiksa dan tidak Digaji Majikan di Arab Saudi, Warga Kota Bima Menangis Minta Pulang di FB)

Orang tua dan adik Fifi. Foto: Bin

Orang tua Fifi, Atika berharap, pemerintah bisa memperhatikan anaknya. Setelah mengetahui dan menonton curahan putrinya di FB, menambah rasa khawatir terhadap kondisi Fifi.

“Tadi malam kami sekeluarga lihat video Fifi di FB, semua kaget dan menangis. Pemerintah tolong perhatikan dan pulangkan anak saya,” mohonnya saat ditemui di rumahnya di RT 2 RW 01 Kelurahan Penaraga, Rabu (16/8).

Atika yang didampingi adik Fifi, Ainun menjelaskan, 7 tahun lalu setelah tamat SMA Fifi pergi ke Arab Saudi, melalui PT. Marsafa Intisar Jakarta yang memiliki cabang di Kabupaten Dompu. Saat itu, proses keberangkatan Fifi bersama sepupunya di Dompu, diurus oleh orang Dompu yang bernama Rasul dan Jainab.

2 tahun kemudian, sepupunya di Dompu pulang kembali ke kampung halaman. Sementara Fifi, masih melanjutkan pekerjaannya di Arab Saudi. Selama 7 tahun kemudian Fifi pun tidak pernah pulang. Kemudian pada tahun 2014, terakhir kalinya putrinya yang masih gadis itu mengirim uang untuk orang tua.

“Komunikasi tetap intens, Fifi juga tetap cerita soal kekerasan yang dihadapinya, serta gaji yang tidak pernah diterima selama 3 tahun,” ungkap Ainun.

Mengetahui kondisi dan cerita Fifi, Ainun pun mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bima dan menyampaikan laporan. Hasilnya, jawaban yang didapati dari BNP2TKI melalui Disnaker, tidak menemukan alamat tempat tinggal Fifi di Arab Saudi.

Tidak puas dengan jawaban itu sambung Ainun, pihaknya mencoba hubungi KBRI dan disarankan untuk mengirim surat pengaduan.

Sekarang kata Ainun, tak banyak yang bisa dilakukan oleh keluarga. Hanya berharap hasil kerja pemerintah yang berjanji akan segera berupaya untuk membantu kepulangan anak keempat dari 7 bersaudara tersebut.

“Kami hanya bisa memohon kepada pemerintah, agar Fifi bisa kembali ke Kota Bima dan berkumpul bersama keluarga,” pintanya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. syamsudin

    Mohon mf sblm, mgkin ini saat sy berterus terang apa yg di alami oleh kk sepupu sy jg. Mudah2 pemkab dompu, propinvi sampai pusat mendengar kenyataan yg kmi hadapi. Bahwa TKW atas nama Nurmi asal desa Cempi Jaya Kec, Hu’u Dompu sampai skrg Belum ada kabarnya atau kmi belum mengetahui Alamat dimana dia bekerja setelah berangkat +- 10 tahun silam, jadi Harapan Kmi kepada pemerintah baik kabupaten Dompu, provinsi & pusat tolong panggilkan Perekrut TKW tersebut yaitu Abdul Rasul & jainab juga. Mgkn lewat pemerintah perekrut menjawab harapan Kami sbg keluarga. Selama ini musyawarah secara keluarga tidak pernah di hadiri oleh Perekrut Atas nama Rasul & jainab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *