Soal TKI Asal Penaraga, Disnaker Klaim Sudah Berupaya

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima Amsor mengaku pemerintah sudah melakukan upaya untuk mencari keberadaan Fifi Adrianti di Arab Saudi. Namun alamat berdasarkan pemberian pihak keluarga Fifi di Kota Bima, tidak ditemukan di Arab Saudi. (Baca. Disiksa dan tidak Digaji Majikan di Arab Saudi, Warga Kota Bima Menangis Minta Pulang di FB)

Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kota Bima Amsor. Foto: Bin

“Kita sudah berupaya melalui BNP2TKI dan KBRI Arab Saudi. Tim yang mencari alamat tempat tinggal Fifi tidak berhasil ditemukan,” ujar Amsor di ruangannya, Rabu (16/8).

Amsor menjelaskan, pihaknya dari Disnaker Kota Bima sudah menerima pengaduan keluarga Fifi tanggal 2 Juni 2017, jauh hari sebelum Fifi mengunggah video di FB. Setelah menerima pengaduan, surat kemudian dilayangkan ke ke BNP2TKI, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB. (Baca. Orang Tua Fifi: Mohon Pulang Anak Saya dari Arab Saudi)

BNP2TKI lalu bersurat ke KBRI Arab Saudi. Kemudian membalas surat dengan membentuk tim untuk mencari keberadaan Fifi. Setelah sekian hari menelusuri alamat Fifi, hasilnya tidak ditemukan.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan pengkuan keluarga, Fifi berangkat pada tahun 2010 lalu menggunakan paspor Jakarta atau saat KTP elektronik belum ada. Artinya, bisa saja data administrasi dimanipulasi. Karena rekomendasi paspor itu harus dari Disnaker daerah setempat, bukan di Jakarta.

“Kita bukan su’udzon, tapi keberangkatan Fifi menggunakan Paspor Jakarta juga perlu dipertanyakan. Sementara Fifi warga Kota Bima, mestinya harus ada rekomendasi dari Disnaker daerah,” paparnya.

Kendati demikian, sebagai bentuk tanggungjawab dan perhatian pemerintah. Pihaknya akan terus berupaya berkomunikasi dan koordinasi dengan pihak – pihak terkait, agar Fifi bisa segera ditemukan alamatnya dan diurus kepulangannya ke daerah asal.

“Kalau sudah ditemukan alamatnya, bisa dipulangkan,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *