6 Pendaki Pundu Nence Dievakuasi Tim Sar

Kota Bima, Kahaba.- Sebanyak 6 orang pendaki Puncak Pundu Nence (Punce) Kelurahan Lelamase Kota Bima terpaksa dievakuasi Tim Sar, Kamis (17/7) sore kemarin. Mereka hendak mengikuti upacara HUT RI bersama ribuan pendaki lainnya di Punce.

Salah seorang pendaki saat dievakuasi. Foto: Dok. SAR

Kepala Pos Sar Bima, Heriyanto mengaku, ke-6 pendaki tersebut dievakuasi karena kelelahan, kehabisan air minum, kram bahkan ada yang kesurupan. Sebanyak 5 orang diantaranya perempuan, satu orang lagi laki-laki.

“Tim Sar mendapatkan laporan dari panitia kegiatan sekitar Pukul 13.18 Wita ada pendaki yang pingsan,” jelas Heryanto dikutip dari informasi Irman, tim evakuasi yang turut membantu.

Setelah mendapat laporan, 8 orang Tim Sar langsung meluncur ke lokasi untuk mengevakuasi para pendaki. Proses evakuasi dilakukan mulai Pukul 15.40 hingga Pukul 17.24 Wita.

“Evakuasi cukup sulit karena medan yang terjal di jalur pendakian Punce,” ujarnya.

Semua pendaki yang menjadi korban berhasil dievakuasi hingga ke perkampungan Lelamase. Mereka diangkut menggunakan dua mobil ambulan dan dibawa ke Pustu terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

“Sebelum evakuasi 6 orang ini, puluhan peserta lainnya yang kelelahan juga telah di evakuasi oleh mobil BPBD Kota Bima dan mobil Pick Up,” sebut Irman.

*Kahaba-03

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. Septiyan Firmansyah

    Naik gunung itu bukan persoalan mudah. Bukan sekedar gaya-gayaan untuk berfoto dengan tulisan” hey kamu dapat salam dari gunung X”.
    Naik gunung itu butuh latihan fisik jauh hari sebelum pendakian, butuh keterampilan, dan butuh banyak persiapan lainnya yg tidak boleh dianggap sepele. Contoh nyatanya anak MAPALA (Mahasiswa Pecinta Alam). Sebelum melaksanakan pendakian mereka akan di tempa fisik, keterampilan, kedisiplinan dan berbagai hal lainnya. Namun lain halnya dengan yg modal nekat tanpa persiapan apa-apa. Jadi wajar banyak korban berjatuhan karena ingin disebut kekinian dengan ikut menjadi seorang “pendaki”.

    Yang terlatih dan terampil saja kadang masih jadi korban, lah yang modal nekat gmana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *