Atasi Kekeringan Doridungga, BPBD NTB Bantu Mobil Tangki

Kabupaten Bima, Kahaba.- Krisis air bersih di Desa Doridungga kini mendapat atensi dari Pemerintah Provinsi NTB. Untuk membantu mengatasi kekeringan dan krisis air bersih, mobil tangki telah dikirim ke desa yang berada di Kecamatan Donggo ini melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB pada Jumat (18/8).

Kalak BPBD NTB H. Muhammad Rum menyerahkan berita acara peminjaman mobil tangki air ke Sekdes Doridungga, Sahrudin. Foto, Istimewa.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, H Muhammad Rum menjelaskan, mobil tangki yang dikirim berkapasitas 5000 liter dan telah diserahkan langsung ke Kepala Desa Doridungga. Selama ini, mobil tersebut telah digunakan untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah yang terdampak kekeringan se-NTB atau bencana lainnya.

“Kita harapkan mobil tangki ini dimanfaatkan sebaik baiknya untuk penanggulangan darurat kekeringan di Kecamatan Donggo, khususnya Desa Doridungga,” H Muhammad Rum.

Mobil yang diserahkan jenis truk Isuzu Elf  langsung oleh Kakak BPBD NTB didampingi Kasi Kedaruratan, Agung Pramuja siang tadi. Sifatnya pinjam pakai. “Kami berharap masyarakat di sana tidak lagi kesulitan, sampai mencari air bersih berkilo kilometer,” harap Muhammad Rum.

Penyerahan mobil itu setelah ada permintaan langsung dari Kades Doridungga dan diteruskan Bupati Bima, isinya tentang permohonan armada mobil tangki air. Setelah mencermati informasi dan data lapangan, kecamatan tersebut khususnya di Desa Doridungga memang tergolong parah.

Apalagi dengan konflik sosial yang dipicu kasus pembunuhan sebelumnya, aliaran air bersih dari Desa O’o ke Desa Doridungga putus total. Konflik sosial ini menurut Rum bagian dari bencana, karena dampaknya pada krisis air dan menjadi kewenangan penanggulangan bencana oleh pihaknya.

Sementara Sekdes Doridungga, Sahrudin yang menerima pinjaman mobil tersebut  mengaku, kondisi  warga di desanya sudah pada tingkat paling parah. Ada 3600 lebih kepala keluarga pada tiga dusun di sana  yang kesulitan air bersih. Mereka harus menempuh jarak berkilo kilo untuk mendapatkan air.

“Ada yang ngambil air di sungai jaraknya dua kilometer. Itu pun airnya keruh,” ungkapnya.

Dengan bantuan peminjaman mobil itu, setidaknya bisa mengatasi sementara dampak darurat kekeringan di desanya. “Nanti kami akan atur bagaimana pola distribusi dan operasionalnya. Supaya semua masyarakat kebagian. Tidak lagi ada yang beli air mahal mahal. Tidak ada lagi yang cari air di sungai,” harapnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *