Talkshow Bahaya Tramadol, LPA Sasar Generasi Muda di Serasuba

Kota Bima, Kahaba.- Sosialisasi bahaya narkoba dan obat tramadol terus dilakukan sejumlah pihak. Lembaga Perlindungan Anak (LPA) pun ambil bagian mengingatkan generasi muda dan pelajar terkait bahaya barang haram tersebut.

Kepala BNNK Bima saat sosilisasi bahaya Tramadol di Serasuba. Foto: Ady

Kegiatan sosialisasi dikemas menarik dalam bentuk talkshow yang digelar di Uma Kahawa Lapangan Serasuba Kota Bima, Sabtu (19/8) malam. Sosialisasi ini langsung menyasar generasi muda yang hadir menikmati kopi.

“Narasumber kita libatkan Kepala Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Bima, AKBP Ahmad dan Dokter di Poli Jiwa RSUD Bima,” jelas Ketua LPA Kota Bima, Juhriati.

Talkshow yang digelar lanjutnya, merupakan rangkaian sejumlah kegiatan lain untuk memperingati HUT RI ke-72 bekerjasama dengan Gerakan Bima Mengajar (GMB) dan Gerakan Mbojo Tana’o.

Kepala BNNK Bima, AKBP Ahmad dalam penyampainnya mengatakan, banyak cara generasi muda terjerumus menggunakan narkoba. Awalnya hanya coba-coba, lama-kelamaan akhirnya ketagihan.

“Narkoba dan tramadol merupakan kejahatan serius karena dapat menghancurkan masa depan generasi muda,” jelas dia.

Kalau sudah diracuni narkoba atau tramadol kata dia, efeknya akan malas-malasan, tidak mampu berpikir normal dan tidak fokus lagi belajar.

Untuk itu, Ahmad meminta kalau ada yang sudah terkena narkoba dan tramadol bisa melaporkan ke BNNK untuk direhabilitasi. Biayanya ditanggung negara sampai sembuh sehingga tidak merepotkan keluarga. Walaupun memang butuh waktu lama.

Sementara Dokter Qomar Islamiyah menjelaskan, dampak narkoba dan tramadol bisa dilihat dari gejala awal. Seperti mudah tersinggung, emosi labil dan suka marah-marah tanpa sebab pasti. Bahayanya bukan untuk pengguna, tetapi juga orang lain di sekitar.

“Sekarang generasi muda cepat mengambil pilihan dalam menyelesaikan persoalan. Bahkan, tak jarang ada yang bunuh diri. Itu juga bagian dari efek yang ditimbulkan,” terangnya.

Ia menambahkan, tramadol pada dasarnya merupakan obat untuk orang sakit, kalau diminum orang sehat jelas tidak tepat. Justru akan merusak syaraf dan kesehatan.

“Disinilah peran semua pihak untuk bersama menjadi benteng di lingkungan keluarga dan lingkungan sosial masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan talkshow cukup hidup dan dilaksanakan dengan santai diselingi alunan musik bertema bahaya narkoba. Banyak pertanyaan-pertanyaan dari peserta kepada narasumber. Beberapa tamu yang hadir juga turut memberikan pandangan. Antara lain dari unsur Kepolisian, Pers dan Budayawan Bima.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *