Warga Desa Roi dan Roka Kembali Tegang

Kabupaten Bima, Kahaba.- Warga dua desa yang bertetangga, yaitu Desa Roi dan desa Roka Minggu (30/9) dini hari kembali tegang menyusul adanya isu akan diserangnya salah satu desa oleh warga desa lainnya.

Ilustrasi / Foto: delikberita.com

Warga Desa Roka diketahui hendak melakukan penyerangan terhadap Desa Roi dan berkonsentrasi di tengah sawah tak jauh dari pemukiman penduduk. Suasana Desa Roi yang tenang pada hari Minggu dini pun hari tiba-tiba berubah menjadi mencekam karena hampir seluruh warga terjaga dan berkumpul untuk mengantisipasi datangnya serangan.

Menurut Kepala Desa Roi, Nurdin, seluruh warga Desa Roi tadi malam sempat keluar kampung karena mendengar suara kentongan yang menandakan suasana genting. Tetapi untungnya bibit-bibit konflik terbuka ini dengan cepat diatasi setelah Polres Kabupaten Bima mennurunkan satu peleton anggota Dalmas. “Warga tidak sampai melakukan penyerangan pada warga Roka yang ada di tengah sawah,” ujarnya pada Kahaba.

Perseteruan antara dua desa kembali dimulai sejak hari Sabtu (29/9), sekitar pukul 02.00 Wita. Bentrokan antara warga Desa Roi Kecamatan Palibelo dengan warga Desa Roka Kecamatan Belo tesebut bermula saat acara hiburan orgen tunggal yang diselenggarakan di Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.

Sebanyak 4 buah gubuk warga Roi sempat dibakar pada penyerangan sebelumnya.  Hingga pagi ini, warga dua desa dan polisi masih berjaga mengantisipasi terjadinya bentrokan susulan.[BK]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *