Kominfo dan Telkom Bahas Kelola Dana Desa Menggunakan Sistem Online

Kabupaten Bima, Kahaba.- Jajaran Kantor Daerah Telkom (Kandatel) Bima dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bima, Selasa (22/8) membahas kerjasama pengelolaan dana desa dengan menggunakan sistem online.

Foto bersama jajaran Telkom Bima dan Dinas Kominfo. Foto: Bin

Menurut Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Bima, A. Wahab Usman, kunjungan ke kantor Telkom merupakan tindaklanjut dari kunjungan Telkom ke Dinas Kominfo. Guna membicarakan tugas masing – masing, untuk kemajuan daerah.

“Pertemuan ini karena kami butuh dan Telkom memilikinya,” ujar Wahab.

Ia menjelaskan, Dinas Kominfo selaku pembina IT di daerah juga memiliki tugas dan tanggungjawab, termasuk kaitan dengan pengelolaan dana desa menggunakan sistem online. Sebab, pada Desember 2017 nanti, batas semua desa harus mulai menggunakan online untuk pengelolaan dana desa.

Karena pemerintah tidak memiliki sarana dan fasilitas untuk mewujudkan keinginan itu, maka pihaknya memfasilitasi keinginan pemerintah dengan Telkom. Agar pengelolaan dana desa menggunakan sistem online bisa segera diwujudkan.

“Tadi kami sudah membicarakan semua. Jadi keinginan desa untuk kelola dana desa dengan sistem online bisa terpenuhi,” tuturnya.

Soal aplikasi sambung Wahab, nanti akan dibuatkan satu aplikasi yang mendukung kinerja desa. Pada saatnya nanti, jika desa ingin mengembangkannya maka akan berkoordinasi dengan Telkom.

“Intinya, kebutuhan sekarang itu internet bisa masuk desa dan pengelolaan dana desa bisa transparan dan tidak ada lagi rasa saling curiga,” jelasnya.

Pertemuan Telkom Bima dan Dinas Kominfo bahas soal kelola dana desa menggunakan online. Foto: Bin

Di tempat yang sama, Kepala Kandatel Bima Firman mengatakan, Telkom merupakan perusahaan yang sangat cepat merespon kebutuhan pemerintah. Menindaklanjuti keinginan pemerintah melalui Dinas Kominfo, Telkom sudah menyiapkan aplikasi tersendiri untuk pengelolaan dana desa dengan nama Smart Desa.

“Jadi, nanti masyarakat di desa tidak perlu khawatir dengan aplikasi ini, karena akan sangat transparan. Selain pemerintah dea, aplikasi ini juga bisa digunakan oleh masyarakat,” katanya.

Pada aplikasi tersebut sambungnya, Monitoring Alokasi Dana Desa (MAAD) sudah disiapkan. Tinggal nanti pemerintah desa mau menggunakannya atau tidak. Dengan begitu, maka akses dan input data pengelolaan dana desa paling gampang dan real time.

“Dengan menggunakan aplikasi itu, data yang di input Desa juga bisa segera diketahui oleh Bupati,” terang Firman.

Tidak hanya itu, aplikasi yang disiapkan tersebut juga memberikan solusi. Karena apapun yang dibutuhkan oleh pemerintah, tetap akan disiapkan solusinya oleh Telkom.

”Nanti hanya ada satu aplikasi saja. Seandainya diminta oleh pemerintah, Telkom bisa siapkan. Baik kebutuhan di laut, darat maupun udara,” tambahnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *