Dari Lokasi KKN, Mahasiswa Berkarya di STIE Expo

Kota Bima, Kahaba.- Tahun 2017 menjadi tahun yang kesepuluh STIE menggelar Expo. Kegiatan yang mendorong mahasiswa untuk menjadi wirausaha muda itu terus konsisten dilakukan. Acara yang digelar selama 3 hari itu pun selalu dipadati pengunjung. (Baca. Bukti Cinta Tanah Air, STIE Expo Usung Tema Bhineka Tunggal Ika)

Ketua STIE Bima Firdaus saat menyampaikan sambutan pada acara STIE Expo tahun 2017. Foto: Bin

Tahun ini, STIE Expo digelar mulai tanggal 25 Agustus dan ditutup tanggal 27 Agustus 201 di Lapangan Serasuba. Beragam karya mahasiswa pun dipamer dan dijual. Dari stand – stand yang disediakan, ada interaksi calon pengusaha dan pengunjung.

Ketua panitia kegiatan Yulianti Basrin menjelaskan, STIE Expo Tujuannya untuk memunculkan potensi yang ada di Desa, tempat dimana mahasiswa melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebab, di lokasi KKN mahasiswa banyak menemukan hal-hal baru dan potensi yang tidak bisa dilihat oleh warga setempat.

“Dari lokasi KKN, mahasiswa memang diminta untuk menggali potensi yang bersifat ekonomis. Kemudian diolah dan bisa dipasarkan di STIE Expo,” jelasnya.

Contoh di Wawo sambung Yulianti, ada rempah – rempah seperti Kunyit.yang sebelumnya tidak terpikir oleh warga setempat untuk diolah, tapi mahasiswa mampu membuatnya dalam bentuk teh.

“Teh Kunyit, dan itu dipasarkan di STIE Expo,” katanya.

Hasil karya mahasiswa itu kata dia, juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Bima melalui Dinas Perdagangan yang memberikan pelatihan. Kemudian upaya mahasiswa tersebut diikuti oleh warga setempat. Hasilnya sangat bernilai ekonomis dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

“Ini yang kami maksud menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Dari yang semula dianggap tidak ada nilai, berubah menjadi potensi yang menguntungkan,” terangnya.

Jajaran Dosen STIE Bima foto bersama dengan baju adat saat pembukaan STIE Expo. Foto: Bin

Sementara itu, Ketua STIE Bima Firdaus mengungkapkan, menciptakan mahasiswa untuk menjadi wirausaha bukan perkara mudah, tapi juga tidak teramat sulit. Karena berwirausaha itu mengerahkan kemampuan untuk bisa mengelola peluang usaha dengan cara yang kreatif dan inovatif.

Wirausaha sendiri jelasnya, tertuang dalam kurikulum STIE Bima dan wajib harus diikuti mahasiswa. Karena bagi mahasiswa juga, menjadi wirausahawan muda jadi kebanggaan tersendiri. Apalagi dengan kondisi sulitnya mencari pekerjaan.

“Makanya dari Expo ini diberikan pelajaran bahwa peluang mahasiswa untuk menjadi wirausaha sangat berpotensi. Pasar juga menanti karya kreatif mahasiswa yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” paparnya.

Untuk itu, Firdaus menyelipkan pesan kepada anak didiknya untuk tidak pernah pantang menyerah. Terus mengasah kemampuan yang sudah diperoleh dibangku kuliah, melakukan perencanaan yang matang dan terus memperbaharui semangat dan strategi.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *