Bentrok Antar Desa di Bima, Satu Orang Tewas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Seorang warga dikabarkan tewas akibat meletusnya bentrokan antara Desa Roi dan Desa Roka, Senin (1/10) pagi. Warga Desa Roi yang belum diketahui namanya  itu akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Palibelo, Kabupaten Bima akibat terkena letusan senjata api.

Bentrokan antara Desa Roi dan Desa Roka kembali pecah, Senin, 1 Agustus 2012. Foto: Cen

Diketahui bentrokan antara kedua desa itu pecah di tengah sawah pada pukul 10 pagi. Puluhan anggota Dalmas Polres Bima yang mencoba melerai tak kuasa mengendalikan ratusan warga saling serang dengan menggunakan parang, panah, dan senapan angin di areal terbuka itu. Perkelahian yang semakin meluas itu menyebabkan satu orang warga Desa Roi terkena panah.

Bentrokan pun berlanjut pada tengah hari setelah warga Roi menuntut balas atas terlukanya warga mereka. Warga Desa Roi juga membakar gubuk milik warga Roka di areal persawahan di sekitar lokasi bentrokan.

Penyerangan warga Roi tersebut disambut dengan letusan senjata api dari arah lawan. Akibatnya, satu orang warga Desa Roi dikabarkan roboh terkena peluru dari senjata api rakitan pada sekitar pukul pukul 12.00 Wita dan harus dilarikan ke Puskesmas terdekat. Korban yang masih belum diketahui identitasnya itu lalu beberapa jam kemudian dikabarkan tewas setelah memndapatkan perawatan intensif di Puskesmas Palibelo.

Jumlah korban yang jatuh di kedua belah pihak masih simpang siur. Berdasarkan data yang diterima redaksi Kahaba, selain warga Roi yang tewas akibat senjata api dan seorang lainnya luka akibat panah, dua orang warga Desa Roka masing-masing bernama Gunawan dan Rafidin dilaporkan juga  terkena terkena anak panah.

Sampai berita ini diturunkan, polisi masih berupaya keras untuk memediasi perdamaian diantara kedua kelompok warga yang bertikai. Sementara itu akses jalan menuju kedua desa masih diblokir oleh kedua kelompok warga. [C*/BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *