Yasim Kembali Didemo, Warga Ungkap Dugaan Konspirasi Pengawas

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kantor Yayasan Islam (Yasim) Bima yang berada di Jalan Soekarno Hattaa Kelurahan Paruga kembali didemo warga Desa Roka Kecamatan Belo, Rabu (30/8) pagi. Aksi ini muncul setelah pertemuan sebelumnya tidak membuahkan solusi antara pihak yayasan dengan warga. (Baca. Kepsek MIS Yasim Roka Diduga Selewengkan Dana BOS)

Warga saat menggelar aksi di depan kantor Yasim. Foto: Ady

Dalam aksi kali ini, warga mengungkap adanya dugaan konspirasi antara Pengawas yang ditugaskan Yasim dengan Kepala MIS Yasim Roka. Menurut warga, Tim Pengawas tidak obyektif dalam memberikan hasil laporan terkait dugaan kasus yang membelit Kepala Sekolah (Kepsek), NR.

“Kami menduga ada permainan busuk antara Kepsek MIS Yasim Roka dengan Tim Pengawas maupun pihak Yayasan sebagai lembaga yang menaungi MIS Yasim Roka,” tuding Koordinator Lapangan, Ahmad Daulayn dalam orasinya.

Tak hanya itu, Ahmad menilai Yayasan tidak mampu menengahi persoalan yang terjadi. Dalam hal ini, persoalan utama terkait dugaan penyalahgunaan Biaya Operasional Sekolah (BOS). Justru dianggap menciptakan konflik baru antara Kepsek dengan wali murid dan masyarakat Roka.

“Tim Pengawas dalam menjalankan tugas pengawasannya kami lihat cenderung berpihak kepada Kepsek. Buktinya, data-data yang dilaporkan kepada pengurus Yasim hanya diambil sepihak,” sorotnya.

Persoalan baru yang juga disoroti warga, yakni adanya dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan Kepsek terhadap para siswa penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM). Tanpa ada musyawarah dengan guru dan wali murid, Kepsek diduga memotong sepihak uang BSM dan tabungan siswa.

“Kami mendesak kepada pihak Yayasan agar segera mencopot Kepala MIS Yasim Roka. Bila tidak segera diindahkan kami akan melakukan penyegelan sekolah,” ancam Superwadin, warga lainnya.

Pantauan media ini, hingga dua jam berorasi, tak terlihat satu pun perwakilan Yasim Bima yang keluar menemui warga untuk memberikan penjelasan. Begitu juga dengan Tim Pengawas tak ada yang merespon, kendati mereka ada di dalam ruangan.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *