Rp 2,8 Miliar Tambahan Masjid Terapung untuk Interior

Kota Bima, Kahaba.-  Walikota Bima menyampaikan jawaban soal penolakan dewan melalui sejumlah Fraksi – Fraksi soal penambahan anggaran sebesar Rp 2,8 Miliar. Jawaban tersebut disampaikan saat Paripurna jawaban Pemandangan Umum Fraksi terhadap RAPBD Perubahan 2017, Kamis (31/8). (Baca. Dewan Tolak Penambahan Anggaran Masjid Terapung Sebesar Rp 2,8 Miliar)

Desain Masjid Terapung Amahami. Foto: Dok. Dinas PU dan Pertambangan Kota Bima

Asisten I M. Farid mewakili Walikota Bima menjelaskan, saat ini Masjid Terapung sedang dibangun dan diharapkan menjadi pusat pengembangan syiar Islam di Kota Bima.

Adapun penambahan anggaran untuk pembangunan Masjid Terapung diperuntukkan bagi penataan interior dan sarana pendukung lainnya yang belum dianggarkan sebelumnya.

“Penambahan anggaran itu agar pembangunan masjid jadi lebih kokoh dan artisitik,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi Persatuan Kebangkitan Nasional Nazamudin menyampaikan penolakan terhadap rencana penambahan alokasi anggaran untuk pembangunan Masjid Terapung sebesar 2,8 Miliar tersebut.

“Kami meminta pada komisi-komisi dan Badan Anggaran DPRD Kota Bima untuk mengalihkan anggaran penambahan pembangunan Masjid Terapung untuk program pembangun yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat,” inginnya.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *