Pemuda Asal Sape Tewas Dibunuh di Malam Idul Adha

Kabupaten Bima, Kahaba.- Malam Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah ternodai kasus pembunuhan tragis. Korban bernama Syafrudin (24), petani asal Desa Kowo Kecamatan Sape. Korban diduga dibunuh oleh pelaku berinisial J (32) yang juga masih satu desa dengan korban pada Kamis (31/8) sekitar Pukul 18.00 Wita.

Ilustrasi

Korban menderita luka sabetan senjata tajam sekujur tubuh dan menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju RSUD Bima. Jasad korban hingga malam ini masih berada di RSUD Bima.

Kasubag Humas Polres Bima Kota, IPDA Suratno yang dihubungi mengungkapkan, kronologis kejadian berawal ketika adik pelaku ditabrak korban. Kemudian pelaku mendatangi korban di rumahnya di Desa Kowo.

“Pelaku tidak terima akan kejadian tersebut dan langsung terlibat cek-cok mulut dengan korban,” ungkapnya.

Tidak lama berselang lanjutnya, korban mengeluarkan parang dan membacok pelaku, tetapi ditangkis beberapa kali. Pelaku pun membalas membacok korban hingga mengenai kepala bagian kiri, bahu kanan, leher kanan, pinggang kiri dan bahu kiri sampai robek.

“Korban langsung dibawa ke Puskesmas Sape untuk dirawat medis. Namun, karena luka korban parah akhirnya dirujuk ke RSUD Bima dan meninggal dunia dalam perjalanan,” jelasnya.

Mendapat laporan kejadian ini sambung Suratno, Kaposek Sape dan personilnya bergerak cepat dengan langsung mengamankan pelaku ke Mapolres Bima Kota.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Dedy Rizaldi

    Wajar saja si pelaku emosi karna adiknya ditabrak oleh si korban.. dan utk si korban seharusnya tdk langsung menggunakan senjata tajam dikarnakan tdk tahan menahan amarah si pelaku.. baiknya si korban yg bersalah harusnya meminta maaf dan bertanggung jawab karna telah menabrak adik si pelaku.
    Dengan dibicarakan baik2 pasti tdk akan menimbulkan perkelahian..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *