Massa HMI Datangi Mapolres Bima Kota

Kota Bima, Kahaba. Puluhan massa HMI Cabang Bima kembali menggelar aksi demonstrasi terkait pengerusakan sekretariatnya pekan lalu. Setelah kemari berunjukrasa di depan kantor walikota, pagi ini (4/4) massa mendatangi Mapolres Bima Kota guna menuntut profesionalisme polisi untuk menindak para pelaku dan otak penyerangan.

Konvoy pengunjukrasa menyuarakan tuntutan ketegasan hukum atas insiden pengerusakan sekretariat

Berdasarkan pantauan kahaba.net, massa terlihat berkonvoy melintasi kantor Walikota Bima dengan menggunakan kendaraan sepeda motor. Sepanjang jalan massa menyuarakan orasi mengutuk aksi premanisme yang merusak sejumlah atribut organisasi mahasiswa Islam tersebut. Massa juga mempertanyakan keseriusan polisi dalam mengungkap dan meringkus pelaku pengerusakan karena hingga kini para pelaku masih berkeliaran bebas dan tak satupun yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Massa juga menuntut pihak kepolisian berani menegakkan hukum dan menyeret tokoh intelektual yang dituding berada dibelakang para preman pelaku pengerusakan. Polisi diminta serius memproses kasus ini karena apabila ada main mata antara polisi dengan para tersangka, itu akan menjadi preseden yang buruk bagi penegakan hukum di negara ini kedepannya.

Pihak HMI Cabang Bima melansir kerugian akibat penyerangan sekelompok preman di sekretariatnya (30/3) diantaranya perlengkapan dan atribut organisasi, komputer, 15 mushaf Al Qur’an, dan uang tunai sebanyak Rp. 7.000.000  yang merupakan kas organisasi.

Penyerangan sekretariat HMI dilakukan oleh preman yang diduga atas sepengetahuan Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin terkait dengan insiden pelemparan mobil dinas pejabat kota itu sehari sebelum kejadian kamis (29/3) ketika demo penolakan kenaikan harga BBM marak terjadi. Orang nomor dua di Kota Bima itu menampik tegas tudingan yang mengaitkan namanya.[BS]

 

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *