30 Menit Ikut Bentrok, Irwan Terkena Timah Panas

Kabupaten Bima, kahaba.- Aksi bentrok warga Desa Roka dan Desa Roi, Senin pagi, akhirnya menelan korban. Warga Desa Roi, Irwan (36) tahun akhirnya terkapar di lokasi bentrok karena terkena timah panas dibagian dada sebelah kiri. Saat itu juga, Irwan dilarikan ke RSUD Bima, untuk dilakukan otopsi.

Keluarga korban menemani Irwan (36) yang terbujur kaku di Ruang Jenazah RSUD Bima.

Di kamar mayat RSUD Bima, jasad pria tiga anak itu disemayamkan. Sanak saudara dan keluarga nampak tengah menunggu petugas medis setempat untuk dilakukan otopsi. Derai air mata dari keluarga mengiringi suasana sunyi di kamar tersebut.

Menurut pengakuan istri Korban, Masita, Senin pagi, sebelum bentrok terjadi, dia dan suaminya pergi ke sawah, bekerja dan beraktifitas seperti biasa. Tak lama kemudian, terdengar suara bedug dari Masjid sebagai isyarat akan ada bahaya dan bentrok. “Saat itu juga suami saya meminta ijin untuk ikut bentrok. Karena selama ini, dirinya merasa tidak enak dengan warga Desa Roi karena tidak pernah ikut serta,” ujarnya.

Setelah mendapat restu dari dirinya, sekitar pukul 11.00 wita Irwan pun bergegas menuju lokasi bentrok. Setengah jam kemudian, kabar duka diterimanya dari rumah, bahwa suaminya tersebut telah meninggal dunia karena di tembak.

Diakuinya, selama terjadi bentrok dua Desa itu, Irwan tidak pernah ikut. Dia lebih sering berada di sawah dan beraktifitas seperti biasa. “Seingat saya sudah lima kali dua desa tersebut bentrok. Tapi baru kali ini Irwan ikut bentrok karena merasa tidak enak dengan warga Desa Roi,” katanya.

Ditanya sikap Irwan yang berbeda sebelum meninggal, Masitah mengaku sehari sebelum suaminya menghembuskan nafas terakhir, waktu itu sudah tengah malam, dia dibangunkan Irwan dari tidur dan bertanya tentang akte kelahiran anaknya sudah dibuat atau tidak. “Seingat saya hanya itu saja. Padahal waktu itu sudah tengah malam, namun dia begitu khawatir akte kelahiran anaknya yang belum di buat,” ujarnya sedih. [BK/BQ]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *