Protes Program Bedah Rumah, Ini yang Dilakukan Warga Bedi

Kota Bima, Kahaba.- Program bedah rumah di Lingkungan Bedi Kelurahan Manggemaci Kecamatan Mpunda menuai protes dari warga penerima bantuan. Protes muncul lantaran bahan bangunan tak kunjung datang, padahal rumah warga sudah dua bulan dibongkar.

Kondisi salah satu rumah warga Bedi yang dibongkar sejak dua bulan lalu, tapi belum ada kejelasan. Foto, Deno.

Warga yang terlanjur kecewa dan terlalu lama menunggu tanpa kejelasan, akhirnya memutuskan untuk membeli sendiri bahan bangunan menggunakan uang pribadi mereka.

Salah satu penerima program bedah rumah itu adalah Yusuf, Warga RT 08 RW 03 Lingkungan Bedi. Ia mengaku, rumahnya sudah dua bulan dibongkar. Awalnya, pihak ketiga penyuplai material bangunan lancar mendrop kebutuhan bangunan. Seperti kayu, pasir dan batu.

“Setelah itu, sampai hari ini kita belum pernah mendapatkan bahan lagi. Padahal logikanya, tanpa adanya semen dan material bangunan lainnya tidak bisa membangun rumah hanya dengan sebagian bahan,” jelas dia didampingi warga penerima manfaat lain yang bernasib sama, Selasa (5/9).

Akibat rumah yang dibongkar terlalu lama, Yusuf bersama warga lain selama dua bulan tidak memiliki tempat tinggal. Selama ini Ia hanya menumpang tidur di rumah keluarga bersama anak dan istrinya. “Ada juga yang numpang tidur di emperan rumah tetangga,” akunya.

Kini sebagian warga yang sudah membongkar rumahnya lanjut Yusuf, mau tidak mau harus membangun kembali rumah dengan membeli bahan bangunan menggunakan uang pribadi. Sebab merasa malu karena sudah terlalu lama menumpang tidur di rumah tetangga dan keluarga.

“Saya beli semen dan bahan lainya pakai yang sendiri. Kami sudah tidak tahu lagi kabar tentang bantuan bahan dalam program bedah rumah tersebut,” ungkapnya.

Lurah Manggemaci, Yusuf Ismail membenarkan keterlambatan suplai bahan bangunan bagi warga penerima manfaat program bedah rumah. Pihaknya sudah sering menghubungi distributor bahan bangunan untuk menanyakan persoalan tersebut melalui telepon, tetapi tidak pernah direspon.

Tak hanya itu, Ia juga pernah mendatangi dinas terkait menanyakan kelanjutan bedah rumah di Lingkungan Bedi. Namun hingga kini warga masih belum mendapatkan kepastian kapan bahan bangunan akan kembali disuplai lagi sehingga pembangunan rumah warga bisa dilanjutkan.

“Saya juga bingung dengan cara kerja pihak distributor bahan tersebut. Kalau memang ada sesuatu dan lain hal, harusnya dibicarakan bersama biar ada solusi,” kata Lurah saat ditemui di Kantor Kelurahan Manggemaci.

*Kahaba-05

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *