Anggaran Apotik Butuh Penyempurnaan Rencana

Kota Bima, Kahaba.- Terlantarnya anggaran Rp 1.5 miliar bagi Apotik RSUD Bima seperti yang terkuak dalam sidang paripurna DPRD Kabupaten Bima beberapa waktu lalu lebih dikarenakan masih butuhnya penyempurnaan dokumen pengajuan anggaran yang sampai saat ini belum ditetapkan oleh tim perumus. Demikian dikatakan Humas RSUD Bima, dr. H. Sucipto menanggapi komentar anggota DPRD Kabupaten Bima kepada Kahaba sebelumnya (baca:  Rp 1,5 Miliar Anggaran Apotik RSUD Bima Terlantar).

Rumah Sakit Umum Daerah Bima/Foto: Kanjeng

Bahkan menurut Sucipto, anggaran untuk pengadaan tiga item kebutuhan apotik yaitu untuk pengadaan obat generik, non generik dan alat habis pakai nilainya bukan Rp 1,5 miliar melainkan Rp 1,8 miliar. Dari dokumen perencanaan yang sebelumnya sudah diajukan, tinggal dokumen penetapan dari hasil pembahasan tim dokter yang sampai saat ini belum final.

Dokumen tersebut yaitu dokumen formularium yang didalamnya menjelaskan mengenai jenis obat yang akan dijual di apotik berdasarkan hasil resep dokter khusus untuk pasien umum. Rencananya untuk merealisasikan dokumen penetapan formularium tersebut pihak RSUD Bima bersama tim dokter dalam waktu dekat akan membahasnya lebih lanjut untuk segera ditetapkan. Selanjutnya anggaran Rp 1,8 miliar tersebut akan dapat digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pengembangan apotik RSUD.

Tujuan dari anggaran murni tersebut adalah dalam rangka pengembangan apotik RSUD sehingga dapat mendongkrak pemasukan daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *