Tangkal Hoax, Lakpesdam Latih Relawan Cyber

Kota Bima, Kahaba.- Penyebaran konten berisi hoax (informasi bohong) belakangan ini sangat marak di media sosial. Banyak pihak telah menjadi korban dari konten hoax berupa foto, berita, tulisan, hingga video.

Pelatihan Relawan Cyber. Foto: Ady

Untuk menangkal penyebaran hoax itu, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bima menggelar pelatihan relawan cyber pada Minggu (10/9) di Kelurahan Santi Kota Bima.

Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Bima, Asrul Raman menjelaskan, pelatihan bertajuk Training Cyber Volunteer dengan tema Menangkal Nalar Hoax. Diadakan selama sehari dan dengan melibatkan 10 peserta dari perwakilan mahasiswa dan pemuda.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peserta dari segi kemampuan mengelola media sosial. Kita arahkan mereka agar bijak dan kreatif memanfaatkan media sosial,” jelasnya.

Para peserta juga dibekali dengan pemahaman untuk mengidentifikasi, menganalisa konten hoax. Sekaligus membuat konten positif lainnya sebagai upaya membendung persebarannya di media sosial.

Kemudian ada juga materi bagaimana peserta diarahkan menjadi jurnalis internet atau netizen jurnalis dengan membuat postingan di media sosial mengacu pada kaidah jurnalistik. Serta materi pencerahan agama tentang sudut pandang NU terhadap hoax.

“Harapannya ke depan 10 orang yang dilatih ini ikut berperan aktif di media sosial menjadi relawan cyber. Menyebaluaskan kebaikan dan informasi bermanfaat bagi banyak orang,” terang Asrul.

Narasumber pelatihan ini mengundang Pimpinan Redaksi Harian Radar Tambora (Jawa Pos Grup), Saptoto, Pimpinan Redaksi Bimakini.com sekaligus Redaktur Harian Bima Ekspres, Pimpinan Majelis Dzikir Rijalul Ansor NU Bima, Ustad Taufan Sya’ban.

Ditambah dengan Jurnalis Online Kahaba.net sekaligus Tim Peduli, Ady Supriadin dan dirinya sebagai Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Bima.

*Kahaba-03

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *