6 Warga Penatoi Belum Dibebaskan

Kota Bima, Kahaba.- 6 orang warga Kelurahan Penatoi yang diamankan pasca terjadinya penembakan 2 anggota Polres Bima Kota hingga saat ini belum dibebaskan. Padahal hasil pemeriksaan polisi, diungkap mereka tidak terkait dugaan terorisme dan pelaku penembakan. (Baca. Pelaku Penembakan Polisi tidak Terkait Terduga Teroris)

Barang bukti diamankan Polisi di ruang Sat Reskrim Polres Bima Kota. Foto: Bin

Lurah Penatoi H. Abdul Malik mengakui 6 orang warganya tersebut sampai hari Rabu (14/9) belum dibebaskan oleh Polres Bima Kota. Menurut Malik, masih ada sejumlah keterangan tambahan yang diperlukan oleh polisi. (Baca. Pagi ini 2 Anggota Polisi Tertembak, Sejumlah Warga Diamankan)

“Iya memang belum bebas, siapa bilang sudah bebas. Tadi juga saya ke sana (Kantor Polres Bima Kota). Saya tanyakan kenapa belum dibebaskan. Polisi menjawab masih ada sejumlah keterangan tambahan yang harus diambil dari warga yang diamankan,” katanya.

Diakui Malik, pihaknya mendengar jika warganya akan segera dibebaskan. Sejumlah pemberitaan di media nasional juga disebutkan jiga warganya sudah dibebaskan. Mengetahui itu, pihaknya kemudian mendatangi kantor polisi untuk menjemput warga dimaksud.

“Kami mendengar mereka memang akan dibebaskan. Mereka dibebaskan karena tidak terkait jaringan terorisme dan penembakan,” ujarnya.

Untuk itu sambung Malik, jika warganya tidak ada kaitannya dengan dugaan tersebut, meminta kepada polisi untuk segera membebaskan warganya.

“Kalau bisa juga, kalau warga saya tidak terkait jaringan terorisme dan penembakan, polisi bisa menggelar klarifikasi ke publik, biar informasinya tidak simpang siur dan merugikan warga dan kelurahan kami,” pintanya.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Bima IPDA. Wongso saat dikonfirmasi menjawab tidak bisa memberikan keterangan. Ia menyarankan untuk menghubungi Kapolres Bima Kota.

*Kahaba-01

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *